Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MBG dan Kopdes Cegah Urbanisasi

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 03:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
MBG dan Kopdes Cegah Urbanisasi Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto (ketiga dari kiri), Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono (dua dari kiri) memberikan keterangan kepada media di sela rapat koordinasi terkait penanganan urbanisasi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat memacu pemerataan ekonomi di daerah untuk mencegah luapan urbanisasi ke kota.

“Contohnya Presiden punya beberapa program, ada MBG, ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang sebenarnya itu bisa menjadi salah satu motor perekonomian di daerah agar mereka tidak harus pindah ke kota (untuk mencari pekerjaan), sehingga nanti ada keseimbangan, tingkat pengangguran terbukanya bisa turun, jangan yang di kota saja, tetapi di daerah juga semakin berkurang,” kata Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto di Jakarta, Rabu (1/4).

Bonivasius mengemukakan, saat ini berdasarkan data, tingkat pengangguran terbuka di kota justru lebih tinggi dibandingkan di desa, yang artinya, masih ada kekurangan lapangan pekerjaan, juga kesenjangan antara lapangan pekerjaan yang tersedia dengan kompetensi yang dimiliki penduduk.

“Sekarang sekitar 4 sekian juta ya tingkat pengangguran terbukanya, tetapi di kota lebih tinggi dibandingkan di desa. Ini artinya, memang masih ada kekurangan lapangan pekerjaan di level-level di daerah, sehingga harus dicari bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa tersebut,” paparnya.

Ia menjelaskan, untuk mengatasi ketidaksesuaian atau mismatch antara lapangan pekerjaan yang tersedia dengan kompetensi penduduk, Kemendukbangga/BKKBN sedang merancang Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) untuk menyediakan sertifikasi atau pasar kerja bagi masyarakat agar lapangan kerja yang tersedia bisa sesuai dengan kompetensi atau skill yang dimiliki.

“Kementerian kami melalui PJPK juga sedang merancang bagaimana sertifikasi yang sesuai dengan lapangan pekerjaan. Jadi, nanti ada semacam pasar kerja yang menyediakan daftar pekerjaan-pekerjaan apa saja yang ada, kompetensinya apa, sementara kita, penduduk kita, itu kompetensinya seperti apa,” ucap Bonivasius.

Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono menyampaikan, jika daerah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik, maka penduduk tidak perlu bermigrasi jauh hanya untuk mencari pekerjaan.

“Karena itu, kami terus mendorong pemerintah daerah agar memiliki pusat-pusat ekonomi yang memungkinkan masyarakat bekerja di daerahnya sendiri, tanpa harus ke kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya,” kata Budi.

Ia mengemukakan, Kemendukbangga/BKKBN juga mendorong daerah untuk menghitung pertumbuhan penduduk secara komprehensif, baik dari kelahiran maupun migrasi masuk dan keluar. “Saat ini, kami sedang mengembangkan sistem dashboard kependudukan agar daerah bisa memantau jumlah penduduk, arus perpindahan, dan langkah antisipasi yang diperlukan,” ujar Budi.

Sebelumnya, mulai per 1 April 2026 Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional sementara (suspen) 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Indonesia Timur.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN Rudi Setiawan mengatakan tindakan tersebut diambil lantaran SPPG belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh SPPG benar-benar memenuhi standar, baik dari sisi keamanan pangan maupun pengelolaan limbah. Ini penting untuk melindungi kesehatan para penerima manfaat,” ujar Rudi di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kepemilikan SLHS dan IPAL merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi seluruh SPPG guna menjamin keamanan pangan dan menjaga standar kebersihan lingkungan dalam pelaksanaan Program MBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Sri Wahyuni
Sri Wahyuni
03 Apr 2026, 06:31 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Sri Wahyuni
Sri Wahyuni
03 Apr 2026, 06:34 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Channel Bang one
Channel Bang one
05 Apr 2026, 10:53 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.