Penggunaan Teknologi dalam Mengolah Sampah di Jakarta Perlu Dipercepat
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan bahwa penggunaan teknologi seperti "Intermediate Treatment Facility" (ITF) atau Refuse Derived Fuel (RDF) perlu dipercepat agar permasalahan pengolahan sampah di ibu kota dapat teratasi.
"Kita harus segera mempercepat pembangunan dan pengembangan pengolahan sampah dengan teknologi tinggi atau modern," kata Yuke saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, persoalan sampah yang menumpuk akibat kejadian di Bantargebang di sejumlah titik perlu segera diselesaikan.
Selain itu, pengolahan sampah di Jakarta yang per hari memproduksi 8.500 ton itu perlu ada solusi yang cepat dan salah satunya dengan menerapkan teknologi dalam mengolah sampah.
Karena ketika teknologi pengolahan sampah tidak dikembangkan, maka Jakarta akan terus bergantung pada TPST Bantargebang dan ketika terjadi kendala membuat pengolahan sampah terganggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita seharusnya tidak bertumpu dan mengandalkan Bantargebang. Tetapkan teknologi yang akan dipakai, apakah ITF atau RDF, atau disesuaikan dengan lokasi dan kondisi sampahnya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ketika penggunaan teknologi pengolahan sampah terkendala, maka harus segera diidentifikasi secepat mungkin.
"Identifikasi kendala yang dihadapi untuk penerapan teknologi ini dan segera selesaikan, sehingga pembangunan dan pengembangan bisa segera berjalan," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yuke juga mendorong agar Pemprov DKI mempunyai road map (peta jalan) yang jelas dengan target waktu yang terukur untuk penanganan sampah di Jakarta, termasuk dalam penggunaan teknologi tinggi.
"Saat ini kita belum punya road map jangka menengah dan panjang untuk penanganan sampah. Padahal produksi sampah kita sangat tinggi,mencapai 8.500 ton per hari. Akibat tidak ada road map ini, penanganan sampah masih seperti tambal sulam dan penggunaan teknologi tinggi sangat lambat perkembangannya," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!