Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Indonesia Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Mudah Dikenali dengan Metode 3D

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 17:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bank Indonesia Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Mudah Dikenali dengan Metode 3D Doc: Antara
Ket. Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Budi Sudaryono (kedua dari kiri) saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan uang palsu yang berhasil diungkap oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/3), berkualitas rendah.

"Berdasarkan pemeriksaan awal Bank Indonesia atas sampel barang bukti, teridentifikasi bahwa barang bukti tersebut merupakan uang palsu dengan kualitas yang sangat rendah dan sangat mudah diidentifikasi dengan kasat mata melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang)," kata Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Budi Sudaryono saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Budi menyebutkan uang palsu tersebut dicetak dengan menggunakan teknik cetak biasa, menggunakan mesin printer biasa, tidak ada unsur pengaman uang yang berhasil dipalsukan, antara lain benang pengaman, watermark, electrotype, dan blind code.

"Dengan demikian, dapat dikatakan uang palsu tersebut berkualitas sangat rendah seperti temuan uang palsu pada kasus-kasus sebelumnya," katanya.

Bank Indonesia siap mendukung Polri untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap seluruh barang bukti dugaan uang palsu tersebut.

"Sejalan dengan best practice (metode) internasional, Bank Indonesia terus berupaya melakukan penguatan kualitas uang Rupiah sebagai bagian dari strategi preemptive dalam penanggulangan uang palsu agar desain uang Rupiah semakin mudah dikenali dan menyulitkan pemalsuan," katanya.

Budi juga mengajak masyarakat untuk mengenali ciri keaslian uang Rupiah dan mengimbau masyarakat untuk memastikan keaslian uang Rupiah melalui metode 3D diiringi penguatan koordinasi dengan seluruh unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan uang palsu.

"Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang Rupiah dengan baik agar keasliannya lebih mudah dikenali," ucapnya.

Untuk itu Budi mengingatkan masyarakat agar senantiasa menerapkan 5 'Jangan': Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distapler, Jangan diremas, dan Jangan dibasahi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.