Misi Diplomatik Raja Charles III ke AS: Redam Ketegangan Trump dan Keir Starmer
📅 Selasa, 31 Mar 2026, 20:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Raja Inggris Charles III mengonfirmasi rencana kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat dalam waktu dekat. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Inggris memperkuat hubungan bilateral di tengah meningkatnya ketegangan politik dengan Presiden AS Donald Trump.
Dalam pernyataan resmi, Istana Buckingham menyebut kunjungan tersebut bertujuan untuk merayakan hubungan historis sekaligus kerja sama modern antara Inggris dan Amerika Serikat. Agenda ini juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya negara tersebut, yang menjadi momentum simbolis dalam diplomasi kedua negara.
Meski rincian jadwal belum diumumkan secara lengkap, laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Raja Charles III dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS. Agenda tersebut diperkirakan berlangsung pada pekan 27 April dalam sidang gabungan yang memiliki nilai diplomatik tinggi.
Kunjungan ini berlangsung di tengah memanasnya dinamika hubungan politik antara kedua negara. Presiden Donald Trump sebelumnya melontarkan kritik keras terhadap sikap Inggris terkait konflik Iran yang tengah berlangsung.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap posisi Inggris. Ia bahkan memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi memberikan dukungan seperti sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"AS tidak akan ada lagi untuk membantu Anda, sama seperti Anda tidak ada untuk kami," tulis Trump.
Pemerintah Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer mengambil sikap berbeda dengan Washington terkait konflik tersebut. Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan terlibat langsung dalam perang yang terjadi.
"Ini bukan perang kita," ujar Starmer dalam beberapa kesempatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sikap tersebut menandai jarak politik yang cukup signifikan antara London dan Washington dalam isu keamanan global. Meski demikian, kunjungan Raja Charles III dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas hubungan diplomatik kedua negara.
Setelah menyelesaikan kunjungannya ke Amerika Serikat, Raja Charles III dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Bermuda. Wilayah tersebut merupakan bagian dari Teritori Seberang Laut Britania Raya yang memiliki hubungan historis dengan Kerajaan Inggris.
Kunjungan ini juga melanjutkan rangkaian interaksi bilateral yang sebelumnya telah dilakukan kedua negara. Donald Trump diketahui sempat melakukan kunjungan kenegaraan ke London pada September lalu sebagai bagian dari penguatan hubungan diplomatik.
Selain itu, Ketua DPR AS Mike Johnson juga melakukan kunjungan ke Inggris pada Januari dalam rangka peringatan 250 tahun Amerika Serikat. Dalam kunjungan tersebut, ia bahkan menjadi Ketua DPR pertama yang berpidato di Parlemen Inggris.
Dengan latar belakang dinamika politik yang kompleks, kunjungan Raja Charles III ke AS dipandang sebagai ujian penting bagi hubungan transatlantik. Langkah ini diharapkan mampu meredakan ketegangan sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!