- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Berkomitmen Atasi...
Tiongkok Berkomitmen Atasi Krisis Myanmar bersama Asean
Senin, 30 Mar 2026, 17:32 WIBJAKARTA - Tiongkok memastikan komitmennya dalam mengatasi krisis di Myanmar bersama ASEAN. Komitmen itu disampaikan Duta Besar Tiongkok untuk Asean, Wang Qing dalam media salon, Kamis (26/3) lalu di Jakarta.
Wang menyebut, krisis di Myanmar telah mendorong mitra dialog seperti Tiongkok dan Russia untuk mengambil sejumlah langkah guna mendorong Asean yaitu agar pemerintah Myanmar mengambil beberapa langkah untuk memperkuat rekonsiliasi di Myanmar.
âSaya pikir cara kita memiliki pengaruh di Myanmar adalah melalui komunikasi. Hanya melalui komunikasi, kita dapat, Anda tahu, memberi tahu mereka apa kekhawatiran kita, apa aspirasi kita, apa harapan kita,â ujar Wang menambahkan.
Wang mengungkapkan, Tiongkok akan terus berhubungan dengan seluruh pihak di Myanmar, untuk membujuk mereka untuk tetap menahan diri. âDan, memberikan kontribusi untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran negara ini,â ucapnya menekankan.
âJadi, kami akan terus melakukan pekerjaan kami. Saya pikir kami juga dapat bekerja sama dengan Asean.â
Dubes Wang turut menyoroti pertemuan para Menlu Asean di Cebu awal Januari lalu, yang turut membahas mengenai krisis di Myanmar. Termasuk, membahas mengenai implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) di Myanmar.
âSaya pikir mungkin sekarang negara-negara Asean masih terpecah tentang bagaimana, melihat hasil pemilihan, bagaimana memperlakukan pemerintah baru. Tetapi saya pikir kita harus memanfaatkan kesempatan untuk memberikan pengaruh dan dorongan,â kata Dubes Wang menjelaskan.
âMereka akan terus berupaya menuju rekonsiliasi dan membantu mereka kembali ke keluarga Asean.â
Sebelumnya, para Menlu Asean sepakat menegaskan kembali komitmen memajukan implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) dalam penyelesaian konflik di Myanmar. Kata Menlu Filipina, Maria Teresa Lazaro, dalam konferensi pers usai pembukaan Retret Menlu Asean, Kamis (29/2) di Cebu, Filipina.
Para Menlu Asean turut menekankan komitmen dan peran ASEAN untuk membantu Myanmar dalam merencanakan masa depannya dan solusi damai serta berkelanjutan. Kemudian, menegaskan kembali bahwa Myanmar tetap menjadi bagian integral dari Asean.
Sementara, Lazaro mengungkapkan ia telah berkunjung ke Ibu Kota Naypyidaw pada 5 â 7 Januari 2026 dengan kapasitasnya sebagai Utusan Khusus dan bertemu pemangku kepentingan. Lazaro menyebut, kunjungan Utusan Khusus ke Myanmar itu merupakan salah satu yang diamanahkan dalam konsensus lima poin.
Melansir laman Kemlu Filipina disebutkan Menlu Lazaro dalam kunjungannya ke Naypyidaw mengadakan diskusi dengan Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Jendral Min merupakan Ketua Komisi Keamanan dan Perdamaian Negara Myanmar. ils/I-1
- Krisis Myanmar
- ASEAN
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
BMKG Minta Nelayan Waspadai Gelombang hingga Empat Meter di Perairan Laut NTT
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
-
Bandara Pangkalpinang Buka Ruang Tunggu Baru Hadapi Arus Mudik
-
Impor dari India, Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional Koperasi Merah Putih
-
Asean Sepakat Dorong Anggaran Ketahanan Iklim di Kawasan
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Nadiem Makarim Minta Maaf, Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.