Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Panas Terik di Samarinda Dipicu Ekuinoks, BMKG Ingatkan Ancaman Pancaroba

📅 Senin, 30 Mar 2026, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Panas Terik di Samarinda Dipicu Ekuinoks, BMKG Ingatkan Ancaman Pancaroba Doc: Antara
Ket. Prakirawan BMKG Samarinda, Fathul Hidayatullah saat menjelaskan terkait info cuaca terkini di Kota Samarinda.

Samarinda - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi cuaca panas terik yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh fenomena Ekuinoks.

Prakirawan BMKG Samarinda Fathul Hidayatullah di Samarinda, Senin (30/3), menjelaskan Ekuinoks merupakan siklus astronomi tahunan saat posisi semu Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Fenomena yang rutin terjadi pada bulan Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan mencapai titik maksimal.

“Selain faktor posisi Matahari, minimnya tutupan awan dalam beberapa hari terakhir membuat radiasi surya langsung mencapai permukaan Bumi tanpa penghalang. Hal inilah yang menyebabkan suhu terasa sangat menyengat,” ujar Fathul .

Berdasarkan data dari Stasiun Meteorologi APT Pranoto, suhu maksimum di Samarinda telah menyentuh angka 34 derajat Celsius. Namun masyarakat diimbau tidak hanya mewaspadai panas terik, karena tantangan cuaca yang lebih dinamis telah menanti di depan mata.

Menjelang akhir April hingga Mei, kata dia, wilayah Kalimantan Timur diprediksi akan memasuki masa peralihan atau pancaroba. Pada fase ini, pola cuaca cenderung berubah drastis dan berpotensi menjadi ekstrem.

Fathul memaparkan pemanasan intens sejak pagi hari memicu pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) secara signifikan.

"Dampaknya adalah potensi hujan lebat berdurasi singkat pada sore atau malam hari yang sering kali disertai angin kencang," tambahnya.

BMKG juga memberikan edukasi agar masyarakat dapat membedakan jenis fenomena angin. Angin dikategorikan kencang jika kecepatannya melampaui 25 knot (45 km/jam).

Kondisi ini berbeda dengan puting beliung yang memiliki karakteristik visual berupa pusaran angin spiral yang bersifat merusak.

Ia memberikan edukasi kepada masyarakat menghadapi cuaca ekstrem yakni untuk menjaga hidrasi tubuh dengan meningkatkan konsumsi air putih secara rutin untuk mencegah dehidrasi akibat suhu udara yang tinggi.

Kedua, melalui proteksi diri dengan menggunakan tabir surya (sunscreen) serta pelindung fisik seperti payung atau topi saat beraktivitas di luar ruangan.

Ketiga, dengan mewaspadai pohon tumbang karena saat terjadi angin kencang pada masa pancaroba, hindari berlindung di bawah pohon besar, papan reklame, atau bangunan yang rapuh.

Terakhir, dengan menjaga imun tubuh, perubahan cuaca yang fluktuatif (panas ke hujan) rentan memicu penurunan stamina, flu, dan kelelahan.

Masyarakat diharapkan tetap memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi atau aplikasi Info BMKG untuk menunjang keselamatan selama beraktivitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.