Begini Kondisi Petugas Damkar Kabupaten Bogor Usai Padamkan Kebakaran 7 Jam di Gunung Putri
📅 Senin, 30 Mar 2026, 00:50 WIB | Oleh: AlfredKABUPATEN BOGOR - Perjuangan heroik diperlihatkan puluhan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor saat berjibaku menjinakkan si jago merah di sebuah pabrik plastik wilayah Gunung Putri, Minggu (29/3).
Selama tujuh jam bertaruh nyawa di tengah kepulan asap beracun, sejumlah personel dilaporkan mengalami kelelahan ekstrem hingga harus mendapatkan bantuan pernapasan darurat.
Meski medan pemadaman tergolong berat akibat material plastik yang mudah terbakar, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 22.10 WIB berkat sinergi 50 personel gabungan dan bantuan alat pelindung pernapasan mandiri.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan kondisi kelelahan dialami anggota di lapangan akibat lamanya proses pemadaman serta beratnya medan dan material yang terbakar.
Menurut Yudi, sejumlah anggota mengalami kelelahan dan sempat mendapatkan penanganan medis, termasuk bantuan pernapasan menggunakan tabung oksigen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memastikan kondisi seluruh petugas dalam keadaan selamat dan tetap dapat tertangani dengan baik setelah mendapatkan bantuan medis di lokasi.
Menurut dia, setelah berjibaku memadamkan api sejak sore hingga malam hari, para petugas baru dapat beristirahat dan makan setelah proses pemadaman berhasil dikendalikan.
“Alhamdulillah akhirnya anggota bisa makan setelah tujuh jam berjibaku dengan api,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebakaran pabrik plastik tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan berhasil dikendalikan pada pukul 22.10 WIB, sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Dalam penanganan kebakaran itu, Damkar Kabupaten Bogor mengerahkan 10 unit mobil pemadam, satu unit Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) yang merupakan alat pelindung pernapasan mandiri mobile, dua unit rescue, serta sejumlah ambulans dari relawan.
Selain itu, sekitar 50 personel Damkar diterjunkan ke lokasi, dibantu relawan, TNI, serta aparat kepolisian dan Brimob untuk mempercepat proses pemadaman dan pengamanan area.
Yudi menambahkan, fokus utama petugas adalah mengendalikan api agar tidak meluas, mengingat material plastik yang mudah terbakar dan berpotensi menimbulkan asap tebal.
Ia menyebutkan, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan dan akan dilakukan setelah seluruh proses pemadaman dan pendinginan benar-benar selesai.
“Fokus pemadaman dulu, berikutnya baru investigasi penyebab,” kata Yudi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!