Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri LH: Percepatan Bangun PSEL Semarang Raya Solusi Atasi Sampah

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 09:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri LH: Percepatan Bangun PSEL Semarang Raya Solusi Atasi Sampah Doc: ANTARA
Ket. Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq (tengah) dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (kiri) dalam penandatangan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama terkait persiapan pembangunan PSEL di Semarang, Jateng Sabtu (28/3/2026)

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyebut percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya adalah salah satu solusi untuk mengatasi sampah skala besar di wilayah itu.

"Meskipun banyak teknologi dan metode pengelolaan sampah tersedia, skala besar membutuhkan teknologi tinggi. PSEL menjadi solusi strategis karena mampu mengubah sampah menjadi energi listrik. Namun, selama periode pembangunan, Pak Gubernur akan memimpin upaya reduksi sampah melalui berbagai teknologi yang tersedia maupun yang akan disediakan," kata Hanif dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (29/3).

Hal itu disampaikan Hanif saat menyaksikan penandatangan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama terkait persiapan pembangunan PSEL antara Gubernur Jawa Tengah, Bupati Kendal dan Wali Kota Semarang dalam acara yang diadakan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/3).

PSEL Semarang Raya sendiri mengusung konsep aglomerasi regional, mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

Proyek itu dikelola kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta untuk memastikan operasional yang optimal dan berkelanjutan.

Wilayah Semarang Raya, yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, menghasilkan sampah sebesar 1.627 ton per hari.

PSEL Semarang Raya direncanakan mengolah sekitar 1.100 ton per hari. Dengan begitu, hampir seluruh sampah di Kota Semarang dapat dikelola optimal, sekaligus meningkatkan capaian pengelolaan sampah di Kabupaten Kendal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan komitmennya dalam pembangunan PSEL sebagai bagian dari upaya penanganan sampah yang didorong oleh pemerintah.

"Pada 2029 nanti, kita menargetkan zero sampah. Kami berkomitmen melakukan reduksi agar sampah di Jawa Tengah bisa terkelola dengan baik dan benar-benar mencapai zero sampah," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Bupati Kenda Dyah Kartika Permanasari juga menyatakan kesiapan mendukung pembangunan PSEL.

Keduanya akan memastikan penyediaan pengelolaan sampah terkoordinasi serta melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat secara masif selama masa menunggu pembangunan PSEL.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.