Sekjen Guterres: Konflik Timur Tengah Sudah di Luar Kendali
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 11:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiNEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Rabu (25/3) mengatakan konflik di kawasan Timur Tengah kini sudah di luar kendali dan melampaui batas yang tidak dapat dibayangkan.
"Lebih dari tiga pekan berlalu, perang sudah di luar kendali. Konflik telah melampaui batas-batas, yang bahkan tak pernah dibayangkan oleh para pemimpin," kata Sekjen Guterres saat konferensi pers Dewan Keamanan (DK) PBB.
Guterres juga mengatakan bahwa sudah saatnya untuk menghentikan eskalasi dan memulai upaya diplomatik serta kembali menghormati penuh hukum internasional.
"Saya sudah berkomunikasi secara intens dengan semua pihak yang saya yakini dapat membantu mengakhiri konflik yang mengerikan ini," kata dia.
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Eskalasi di sekitar Iran itu menyebabkan terhentinya lalu lintas secara de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, hingga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan.
Tunjuk Utusan
Demi membantu mengatasi kemelut di Timur Tengah, Sekjen Guterres pada Rabu telah menunjuk Jean Arnault dari Prancis sebagai utusan pribadinya untuk memimpin upaya PBB terkait konflik di Timur Tengah dan dampaknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arnault memiliki pengalaman hampir 40 tahun dalam diplomasi internasional, yang berfokus pada penyelesaian damai dan mediasi, serta latar belakang yang luas dalam memimpin misi PBB di Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Latin, menurut sebuah rilis publik kepada para koresponden yang dikeluarkan oleh Kantor Juru Bicara Sekjen PBB.
Penugasan terbaru Arnault meliputi pengabdiannya yang berlangsung antara tahun 2015 hingga 2018 sebagai delegasi sekjen PBB untuk perundingan perdamaian Kolombia, kemudian menjadi perwakilan khusus sekjen PBB untuk Kolombia, ketika dirinya memimpin upaya PBB dalam memverifikasi implementasi Perjanjian Perdamaian Final 2016 di negara itu.
Dari 2019 hingga 2020, Arnault menjabat sebagai utusan pribadi sekjen PBB untuk Bolivia, dan pada 2021, Arnault ditunjuk sebagai utusan pribadi sekjen PBB untuk Afghanistan dan isu-isu regional. Ant/Xinhua/Sputnik/RIA Novosti/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!