Perusahaan Asing Incar Peluang Seiring Upaya Tiongkok Genjot Konsumsi

Jumat, 27 Mar 2026, 01:00 WIB

Beijing - Seiring Tiongkok menggenjot upaya meningkatkan konsumsi domestik, perusahaanperusahaan multinasional pun mengincar peluang dengan semakin memosisikan diri untuk memanfaatkan apa yang mereka anggap sebagai salah satu sumber pertumbuhan masa depan paling signifikan di dunia.

Tren ini terlihat jelas dalam Forum Pembangunan China (China Development Forum) 2026 yang baru saja berakhir, sebuah acara tahunan di mana para pemimpin bisnis berkumpul untuk menjajaki strategi dalam menangkap peluang di pasar Tiongkok yang luas. Signifikansi strategis dari permintaan domestik Tiongkok telah ditekankan dalam dokumen- dokumen kebijakan untuk 2026 dan seterusnya.

Ket. Foto: Ramon Laguarta, Chairman sekaligus CEO Pepsico — Sumber: istimewa

Dalam skema Rencana Lima Tahun ke-15 (2026- 2030), Tiongkok bertekad untuk “mencapai peningkatan signifikan dalam konsumsi rumah tangga sebagai pangsa produk domestik bruto (PDB), menjadikan permintaan domestik sebagai penggerak ekonomi yang lebih menonjol” selama lima tahun ke depan. 

Bagi perusahaan asing, itu menjadi tanda semakin luasnya peluang untuk menjangkau konsumen Tiongkok dan berintegrasi ke dalam ekosistem pasar yang terus berkembang di negara tersebut.

“Rencana lima tahun terbaru Tiongkok memberikan penekanan yang jelas pada perluasan konsumsi berkualitas tinggi, percepatan inovasi, dan peningkatan permintaan domestik, yang sangat sejalan dengan fokus strategis PepsiCo,” ujar Ramon Laguarta, Chairman sekaligus CEO Pepsico. Di Tiongkok, raksasa makanan dan minuman global tersebut kini mengoperasikan lebih dari 70 perkebunan, lebih dari 50 pabrik pembotolan minuman, 10 fasilitas manufaktur makanan, serta sebuah pusat penelitian dan pengembangan yang dirancang untuk memahami preferensi konsumen lokal.

“Kami memandang diri kami bukan sekadar sebagai partisipan di pasar Tiongkok, melainkan sebagai mitra jangka panjang, investor, dan mitra kreasi dalam mewujudkan fase pengembangan Tiongkok berikutnya,” tutur Laguarta. Keterlibatan perusahaan asing yang begitu kuat mencerminkan kekuatan pasar konsumen Tiongkok secara luas. Pada 2025, penjualan retail barang konsumsi di negara tersebut menembus 50 triliun yuan (satu yuan = Rp2.465) untuk pertama kalinya.

Momentum besar itu berlanjut hingga 2026, seiring angka pada dua bulan pertama tahun ini meningkat 2,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), naik 1,9 poin persentase dari Desember 2025. Para pakar menyoroti sektor jasa sebagai penggerak pertumbuhan yang sangat kuat, yang didorong oleh peningkatan populasi berpendapatan menengah. 

“Jenis-jenis konsumsi baru, konsumsi hijau, dan konsumsi jasa diproyeksikan akan menjadi mesin pertumbuhan jangka panjang. Ketiganya juga merupakan sumber utama pendapatan tambahan bagi perusahaan-perusahaan multinasional,” kata Jeff Wu, wakil chairman KPMG China. Perusahaan-perusahaan asing memperhatikan hal ini. Rosewood Hotel Group, sebuah merek perhotelan ultramewah berskala global, mengamati adanya peningkatan permintaan terhadap perjalanan wisata berbasis pengalaman di Tiongkok.

“Meningkatnya permintaan akan pengalaman kultural yang mendalam, kesejahteraan, dan pengalaman yang berkesan secara emosional sejalan dengan kekuatan inti dan filosofi Rosewood,” kata Sonia Cheng, CEO Rosewood Hotel Group.

Tiongkok Jadi Kebutuhan

Dia menuturkan bahwa fokus kebijakan Tiongkok dalam mendongkrak sektor pariwisata membuka peluang yang menjanjikan bagi bisnis perusahaan sekaligus memperkuat keyakinannya terhadap pasar.

Bagi banyak perusahaan global, Tiongkok bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan, mengingat skala, permintaan akan inovasi, dan struktur konsumsinya yang terdiversifikasi. “Konsumen Tiongkok sangat cerdas. Mereka mengharapkan kualitas tinggi dan inovasi, itulah mengapa saya senang menjadi bagian dari pasar ini,” tutur Joanne Crevoiserat, CEO Tapestry, perusahaan mode dan barang mewah yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Redaktur: M. Selamet Susanto

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.