Persiapan Hadapi Perang Kapal Selam dengan AS, Tiongkok Luncurkan Operasi Pemetaan Dasar Laut Skala Besar

Jumat, 27 Mar 2026, 00:06 WIB

BEIJING - Tiongkok telah meluncurkan operasi berskala besar untuk memetakan dasar laut dan memantau kondisi laut di wilayah-wilayah yang penting secara strategis di seluruh dunia.

Dari Militarnyi, hal ini berdasarkan investigasi Reuters yang dilakukan atas analisis data satelit, publikasi ilmiah, dan laporan resmi dari universitas-universitas di Tiongkok.

Ket. Foto: Pemetaan dasar laut memungkinkan kapal selam untuk bermanuver lebih efektif, menghindari tabrakan, dan lebih mudah menghindari deteksi. — Sumber: Istimewa

Puluhan kapal penelitian sedang mengumpulkan data yang dapat digunakan Beijing dalam perang kapal selam melawan Amerika Serikat dan sekutunya.

Kapal-kapal Tiongkok telah terlihat di dekat Guam, Hawaii, dan Taiwan, serta di titik-titik penting di Samudra Hindia dan Arktik. Kapal penelitian Dong Fang Hong 3 secara rutin beroperasi di daerah dekat pangkalan militer utama AS pada tahun 2024 dan 2025.

Secara resmi, Beijing mengatakan ekspedisi tersebut bertujuan untuk kepentingan sipil, termasuk eksplorasi mineral, perikanan, dan penelitian iklim. Namun, para ahli angkatan laut mengatakan data tentang topografi dasar laut dan salinitas air sangat penting untuk navigasi kapal selam.

Penelitian ini mencakup penempatan ratusan sensor laut dalam yang mampu mendeteksi objek bawah air. Pada Oktober 2024, sebuah kapal Tiongkok menguji jaringan sensor di dekat Jepang, menurut laporan dari Universitas Kelautan Tiongkok.

Pemetaan dasar laut memungkinkan kapal selam untuk bermanuver lebih efektif, menghindari tabrakan, dan lebih mudah menghindari deteksi. Memahami bagaimana suara merambat di lingkungan bawah laut tertentu juga meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi kapal selam musuh.

Tiongkok secara khusus memfokuskan perhatian pada "Rantai Pulau Pertama," yang memisahkan garis pantainya dari Samudra Pasifik yang terbuka. Beijing berupaya mempelajari area tersebut secara detail untuk memastikan akses ke perairan yang lebih dalam jika terjadi konflik.

Di Samudra Hindia, kapal-kapal Tiongkok telah melakukan survei di Ninety East Ridge, sebuah area di dekat jalur menuju Selat Malaka, rute utama untuk pasokan energi ke Tiongkok.

Kantor Intelijen Angkatan Laut AS telah menyatakan keprihatinan tentang meluasnya kehadiran Tiongkok di perairan global.

Para pejabat AS mengatakan pengumpulan intelijen dengan kedok penelitian ilmiah dapat merusak keunggulan strategis negara tersebut.

Para peneliti Tiongkok secara terbuka menyatakan niat mereka untuk menerjemahkan kemajuan ilmiah ke dalam kemampuan angkatan laut baru, termasuk peningkatan kinerja sonar dan sistem untuk pemantauan terus-menerus terhadap pergerakan angkatan laut asing.

  • Invasi Taiwan

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.