42 Persen Pemudik Belum Masuk Jakarta
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 03:18 WIB | Oleh: Tim PenulisSEMARANG - Polri terus berfokus pada pengamanan arus lalu lintas masa mudik Lebaran 2026 melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan menyusul masih adanya 42 persen pemudik belum masuk ke Jakarta.
“Kalau kami lihat dari proyeksinya, masih 42 persen yang belum masuk ke Jakarta. Ini masih kami kelola. Tentunya Mabes Polri, Operasi Ketupat sudah selesai, tetapi kegiatan rutin kepolisian ditingkatkan,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/3) dini hari.
Ia mengatakan petugas kepolisian masih berada di lapangan untuk mengamankan para pemudik lokal di wilayah aglomerasi. “Saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 Maret itu ada puncak balik yang kedua. Ini kami sudah siap,” ucapnya.
Adapun Polri telah resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3) dan melaksanakan KRYD guna mengamankan para pemudik di masa arus balik.
Agus mengatakan selama Operasi Ketupat, volume kendaraan pada puncak arus mudik tertinggi sepanjang sejarah dengan sebesar 270.315 kendaraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bila dibandingkan tahun 2025, terdapat peningkatan sebesar 4,62 persen yang sebanyak 258.512 kendaraan. Meski terjadi kepadatan, ia mengatakan arus lalu lintas bisa terkendali berkat adanya pemberlakuan rekayasa lalu lintas, salah satunya satu arah atau one way nasional.
Sementara itu, dari sisi situasi harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat), tidak ada peristiwa yang menonjol.
Ia menyebut, pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mulai dari Imlek, Nyepi, hingga Idul Fitri, berjalan dengan kondusif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Usai berakhirnya Operasi Ketupat 2026, kata Irjen Pol. Agus, Polri akan melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Dengan demikian, para personel masih berada di lapangan untuk mengantisipasi situasi harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat), termasuk puncak arus balik kedua yang akan berlangsung pada 28-29 Maret 2026.
Korban Kecelakaan
Selain itu, dia menyebutkan selama pelaksanaan Operasi Ketupat, tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas turun sebesar 30,89 persen dan peristiwa kecelakaan turun 5,75 persen dibandingkan tahun 2025. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sudah patuh dalam berlalu lintas sehingga kasus kecelakaan bisa ditekan.
Kakorlantas mengatakan, kondisi lalu lintas masih cukup padat usai dirinya meninjau langsung ruas Tol Trans Jawa mulai dari Semarang hingga Gerbang Tol (GT) Pejagan Brebes di Jawa Tengah.
“Kami laporkan bahwa proyeksi arus balik yang jumlahnya 3,4 juta. Sampai saat ini, masih tersisa 36 persen kendaraan. Oleh sebab itu, sepanjang perjalanan di jalan tol masih cukup padat, terutama pada saat mendekati rest area,” katanya di GT Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Kamis.
Ia mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas contraflow masih diterapkan untuk mengurai kepadatan. “Sama halnya yang di KM 162 dan 169. Itu juga menghindari rest area KM 164. Jadi kami lakukan contraflow agar supaya nanti rekayasa lalu lintas ini adalah memperlancar arus yang menuju ke KM 70 atau Jakarta,” ucapnya. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!