Iran Dilaporkan Bereaksi Negatif Atas Proposal Perdamaian dari AS Menjelang Perundingan Akhir Pekan Ini

Kamis, 26 Mar 2026, 00:01 WIB

TEHERAN - Kebingungan meluas mengenai respons Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Dari The Guardian, berbagai kantor berita dan media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menanggapi secara "negatif" proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, tetapi terdapat pernyataan yang saling bertentangan mengenai apakah mereka menolaknya secara langsung.

Ket. Foto: Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi yang terkena serangan udara di Tabriz, Iran, pada hari Selasa (24/3). Sumber-sumber menyebutkan Iran tidak senang dengan daftar 15 poin AS, tapi tidak jelas apakah telah menolaknya secara langsung. — Sumber: Istimewa

Kantor berita Reuters, mengutip seorang pejabat senior Iran, melaporkan bahwa tanggapan awal Teheran terhadap proposal tersebut "tidak positif" tetapi mereka masih meninjaunya.

Hal itu bertentangan dengan laporan dari Press TV milik negara Iran, yang mengutip seorang pejabat senior keamanan politik yang mengatakan bahwa Teheran telah menolak proposal tersebut, sambil mengajukan syarat-syaratnya sendiri untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengutip sebuah “sumber yang berpengetahuan”, melaporkan bahwa Teheran tidak akan menerima gencatan senjata dan percaya bahwa tidak akan “logis” untuk memulai pembicaraan.

Menurut laporan, AS telah membagikan daftar 15 poin harapan kepada Iran melalui Pakistan, dengan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Iran sangat menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Beberapa kantor berita, termasuk Reuters, Associated Press, dan AFP, telah melaporkan bahwa pejabat Pakistan mengatakan negara itu telah menyampaikan proposal tersebut kepada Iran dan sedang menunggu tanggapan.

Sejauh ini, Iran dan Pakistan belum secara resmi memberikan komentar apa pun mengenai proposal tersebut, tetapi ada indikasi bahwa negosiasi dapat terjadi paling cepat akhir pekan ini. Dua pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada CNN bahwa pembicaraan sedang berlangsung agar Wakil Presiden AS, JD Vance dapat melakukan perjalanan ke Pakistan atau ke Turki, tetapi memperingatkan bahwa waktu perjalanan yang diharapkan masih belum pasti.

  • Perang Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.