Lord Corlys Selamatkan Daemon dari Kematian? Bintang House of the Dragon Bocorkan Hubungan Mereka di Musim 4
Rabu, 12 Agu 2026, 00:03 WIBWesteros kembali bersiap memasuki babak paling kelam. Setelah kekacauan dan pertumpahan darah di Pertempuran Tumbleton, hubungan antara Daemon Targaryen dan Corlys Velaryon justru menjadi salah satu cerita yang paling menarik untuk dinantikan di musim terakhir House of the Dragon.
Dari ScreenRant, Steve Toussaint, pemeran Lord Corlys Velaryon, memberikan gambaran mengenai kondisi hubungan kedua tokoh tersebut setelah pertempuran besar yang menutup musim ketiga.
Menurut Toussaint, Corlys dan Daemon memang memiliki hubungan yang rumit. Di satu sisi terdapat perbedaan pandangan, tetapi di sisi lain ada rasa hormat yang sudah terbangun sejak awal kisah mereka.
âSaya rasa ada, dan selalu ada, semacam rasa hormat yang waspada di antara mereka berdua,â ujar Toussaint.
Bagi Corlys, Daemon tetap merupakan seorang pejuang tangguh sekaligus ahli strategi yang berbahayaâmeski terkadang terlalu ceroboh.
Namun, pengalaman panjang selama perang membuat posisi Corlys mulai berubah.
Jika sebelumnya ia bersedia mempertaruhkan segalanya demi kemenangan, kini perang justru membuatnya lelah. Corlys mulai melihat bahwa pertumpahan darah yang terus terjadi mungkin tidak lagi sepadan dengan apa yang diperjuangkan.
Dan perubahan itulah yang berpotensi membuat hubungan tiga tokoh utamaâCorlys, Daemon, dan Rhaenyraâmenjadi semakin rumit di musim keempat.
Toussaint bahkan melihat adanya perubahan karakter Rhaenyra yang semakin keras, sementara Corlys justru mulai kehilangan keyakinannya terhadap perang.
âRhaenyra menjadi sedikit lebih keras, sedangkan Corlys, pada titik ini, sudah lelah dengan perang. Saya rasa dia melihatnya sebagai sesuatu yang sia-sia,â katanya.
Corlys mungkin menyelamatkan Daemon dari dirinya sendiri
Salah satu adegan paling penting dalam finale musim ketiga terjadi di Tumbleton.
Ketika situasi berubah kacau, Corlys justru menarik Daemon keluar dari medan pertempuran dan mengatakan kepadanya bahwa semuanya telah berakhir.
Bagi Toussaint, tindakan tersebut bukan sekadar upaya menyelamatkan seorang sekutu.
Ia percaya Corlys sebenarnya sedang menyelamatkan Daemon dari dirinya sendiri.
âSaya percaya dia menyelamatkan Daemon dari dirinya sendiri,â ujar Toussaint.
Bahkan sang aktor memiliki dugaan bahwa Daemon pada saat itu sebenarnya sudah tidak peduli apakah dirinya akan selamat.
âSaya rasa Daemon ingin mati dalam adegan itu. Kurasa dia hanya ingin terbunuh dalam pertempuran,â katanya.
Toussaint menegaskan bahwa itu merupakan interpretasinya terhadap karakter Daemon, bukan sesuatu yang secara langsung dikonfirmasi oleh Ryan Condal maupun Matt Smith.
Namun, jika interpretasi tersebut benar, maka adegan Tumbleton bisa menjadi titik penting dalam hubungan kedua tokoh itu.
Corlys bukan hanya menyelamatkan seorang pejuang.
Ia mungkin menyelamatkan seorang sahabat sekaligus rival dari keputusan paling fatal dalam hidupnya.
Corlys masih yakin bisa mengendalikan Daemon
Menariknya, meski mengetahui sifat Daemon, Corlys tampaknya belum menyerah untuk memengaruhinya.
Toussaint mengatakan bahwa Corlys masih percaya Daemon dapat diajak berpikir secara rasional dalam situasi yang tepat.
âYa. Kurasa dia mungkin memang berpikir begitu,â kata Toussaint ketika ditanya apakah Corlys percaya dirinya masih bisa memengaruhi Daemon.
Menurutnya, Corlys mungkin akan mencoba kembali berbicara dengan Daemon dan meyakinkannya bahwa masih ada jalan lain selain perang.
Dan ada satu sosok yang menurut Corlys kemungkinan besar memiliki pengaruh terbesar terhadap Daemon: Rhaenyra.
âKurasa mungkin dia merasa bahwa Rhaenyra adalah suara yang akan lebih didengarkan Daemon di atas segalanya,â ujar Toussaint.
Ini membuka kemungkinan menarik untuk musim keempat.
Jika Corlys benar-benar ingin menghentikan Daemon, ia mungkin tidak akan melakukannya sendirian. Ia bisa saja mencoba menggunakan pengaruh Rhaenyra untuk menarik Daemon kembali dari jalan yang semakin gelap.
Daemon tetaplah Daemon
Masalahnya, Daemon mungkin tidak semudah itu untuk dihentikan.
Corlys sendiri melihat bahwa Daemon memang mengalami perkembangan selama perang. Namun pada akhirnya, ada bagian dari dirinya yang tidak pernah benar-benar berubah.
âDaemon tetaplah Daemon,â kata Toussaint.
Hal itu terlihat ketika Corlys berusaha mencari solusi politik dengan mengusulkan pernikahan Rhaena dengan Daeron sebagai bagian dari kesepakatan yang ditawarkan Gwayne Hightower.
Pada awalnya, Corlys tampaknya melihat rencana tersebut sebagai jalan keluar yang masuk akal.
Namun ia kemudian menyadari bahwa Daemon memiliki agenda yang jauh lebih gelap.
Corlys mulai memahami bahwa bagi Daemon, persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana memenangkan perang.
Ada kemarahan.
Ada dendam.
Dan ada keinginan untuk melihat musuhnya membayar mahal.
Toussaint menggambarkan kondisi Daemon sebagai perpaduan antara kesedihan, kekecewaan, dan keputusasaan.
Dan pada akhirnya, Daemon kembali menunjukkan dirinya sebagai sosok yang selama ini dikenal penonton.
âDaemon tetaplah Daemon dan pada dasarnya Daemon harus tetap menjadi Daemon,â ujar Toussaint.
Hubungan mereka ternyata sudah dibangun sejak musim pertama
Hubungan Corlys dan Daemon sebenarnya bukan sesuatu yang baru muncul menjelang Tumbleton.
Keduanya telah memiliki sejarah panjang sejak awal serial.
Ketika Raja Viserys mengabaikan ancaman Crabfeeder di Stepstones, Corlys dan Daemon memilih bertindak sendiri. Mereka bertempur bersama meskipun tidak mendapatkan restu penuh dari sang raja.
Saat itu, Corlys melihat Daemon sebagai sosok yang memiliki kesamaan dengannya.
Keduanya sama-sama merasa harus membangun nama dan pengaruh mereka sendiri.
Hampir tiga musim kemudian, tujuan mereka memang telah berubah.
Corlys kini lebih banyak memikirkan bagaimana perang bisa dihentikan, sementara Daemon masih terjebak dalam ambisi dan konflik yang lebih besar.
Namun satu hal tampaknya tidak berubah:
rasa hormat di antara keduanya.
Dan justru karena itulah hubungan mereka menjadi semakin menarik.
Musim terakhir akan menentukan nasib mereka
Setelah kekacauan di Tumbleton dan kematian sejumlah karakter penting, Rhaenyra, Daemon, dan Corlys hampir pasti menghadapi persoalan baru ketika mereka kembali berkumpul.
Rhaenyra sendiri semakin keras dalam mempertahankan kekuasaannya.
Daemon harus menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihannya.
Sementara Corlys berada di persimpangan: tetap mendukung perjuangan keluarganya atau mencoba menghentikan perang yang menurutnya sudah terlalu banyak memakan korban.
Di tengah semuanya, satu pertanyaan besar muncul:
Apakah Corlys masih bisa menarik Daemon kembali dari jurang kehancuran?
Atau justru Daemon akan menyeret Corlys dan seluruh keluarga Velaryon semakin jauh ke dalam perang?
Musim keempat akan menjadi jawabannya.
Dan karena musim tersebut dipastikan menjadi musim terakhir House of the Dragon, hubungan antara Corlys dan Daemon berpotensi menjadi salah satu kunci emosional dalam penutup kisah Dance of the Dragons.
- House of the Dragons
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Yang Harus Dilakukan Saat Rupiah Melemah
-
Piala Dunia 2026: Portugal Menang Dramatis atas Kroasia, Ronaldo dan Ramos Jadi Penentu
-
Final Trailer Musim 3 'House of the Dragon' Menjanjikan Kekejaman Queen Rhaenyra
-
Tak Punya Waktu Nonton Episode Lama, Ini Semua yang Perlu Diketahui Sebelum Rilis 'House of the Dragon' Season 3
-
Musim ke-3 'House of the Dragon' Akan Membawa Pertempuran Setara Perang Nuklir ke Westeros
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.