Omar Artan Cetak Sejarah, Wasit Asal Somalia Pertama Pimpin Laga Piala Super UEFA

Rabu, 12 Agu 2026, 00:10 WIB

SALZBURG — Omar Artan meminta para wasit muda untuk tidak pernah berhenti bermimpi. Pesan itu disampaikan menjelang momen bersejarah dalam kariernya ketika wasit asal Somalia tersebut dipercaya memimpin pertandingan Piala Super UEFA di Salzburg, Kamis (13/8) dini hari WIB.

Artan akan mencatat sejarah sebagai wasit non-Eropa pertama yang memimpin pertandingan Piala Super UEFA. Penunjukan tersebut menjadi pencapaian besar bagi Artan sekaligus tonggak penting bagi sepak bola Afrika.

Ket. Foto: Omar Artan — Sumber: FIFA

Wasit berusia 34 tahun itu telah berkembang menjadi salah satu pengadil lapangan terkemuka di Afrika. Ia merupakan wasit Somalia pertama yang memimpin final Liga Champions Afrika (CAF) dan sebelumnya dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF.

UEFA menyatakan penunjukan Artan merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama dengan CAF yang ditandatangani tahun ini. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat hubungan serta kolaborasi antara kedua konfederasi sepak bola.

“Ini merupakan kehormatan besar bagi Omar Artan dan para wasit Afrika,” kata Presiden CAF Patrice Motsepe dalam pernyataan yang dipublikasikan UEFA, Selasa.

Pencapaian Artan menjadi semakin bermakna setelah ia mengalami kekecewaan besar menjelang Piala Dunia tahun ini. Artan terpilih sebagai salah satu wasit untuk turnamen tersebut, tetapi tidak dapat masuk ke Amerika Serikat meski telah memiliki visa yang sah.

Pihak U.S. Customs and Border Protection melarangnya memasuki negara tersebut. Seorang pejabat pemerintahan Amerika Serikat menyatakan Artan ditolak masuk karena dugaan keterkaitannya dengan “anggota organisasi teroris yang dicurigai”.

Kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Presiden Donald Trump menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian menjelang Piala Dunia. Amerika Serikat sebelumnya memberlakukan larangan perjalanan terhadap warga dari 12 negara, termasuk Somalia.

Bagi Artan, pengalaman tersebut menjadi salah satu periode tersulit dalam kariernya.

“Itu merupakan periode yang sangat berat,” ujar Artan. “Banyak orang bersimpati kepada saya karena ketika seseorang telah bekerja bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, tetapi kemudian tidak bisa melakukannya, itu sangat sulit.”

Namun, kekecewaan tersebut tidak menghentikan langkahnya. Artan masuk dalam daftar wasit internasional FIFA pada 2018. Enam tahun kemudian, ia kembali mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang bertugas di Piala Afrika 2024.

Kini, kesempatan lain yang lebih besar datang. Penunjukan sebagai pengadil Piala Super UEFA membuat Artan berada di panggung sepak bola Eropa, sekaligus membuka jalan baru bagi wasit-wasit Afrika.

Pertandingan Piala Super UEFA di Salzburg akan mempertemukan juara Liga Champions Paris Saint-Germain dengan kampiun Liga Europa Aston Villa.

Namun, bagi Artan, laga tersebut lebih dari sekadar pertandingan perebutan trofi. Penampilannya akan menjadi simbol semakin terbukanya kesempatan bagi wasit dari luar Eropa untuk tampil di panggung sepak bola elite UEFA.

Perjalanan Artan dari Somalia hingga menjadi wasit di pertandingan bergengsi Eropa menjadi bukti bahwa batas geografis tidak selalu menentukan sejauh mana seseorang dapat mencapai impiannya.

Dan sebelum meniup peluit pertama di Salzburg, Artan sudah menyampaikan pesan yang sederhana kepada generasi berikutnya: bermimpilah setinggi mungkin dan jangan pernah berhenti mengejarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.