Pasukan Khusus Iran Membunuh Delapan Pemimpin Milisi Kurdi yang akan Membantu CIA Mensabotase Teheran

Kamis, 06 Agu 2026, 00:06 WIB

TEHERAN - Iran baru-baru ini mengklaim berhasil menewaskan delapan pemimpin kelompok separatis Kurdi dalam operasi lintas batas di Wilayah Kurdistan, Irak. Operasi ini menjadi sorotan karena dilakukan langsung oleh pasukan darat Iran, di tengah laporan bahwa Amerika Serikat sempat mempertimbangkan memanfaatkan milisi Kurdi untuk menekan pemerintahan Teheran.

Dari Military Watch Magazine, Angkatan Bersenjata Iran menyebut operasi tersebut telah berlangsung selama beberapa pekan dan melibatkan satuan pasukan khusus. Sasaran utamanya adalah kelompok-kelompok bersenjata yang dituduh melancarkan serangan serta mendukung aktivitas pemberontakan di wilayah barat Iran.

Ket. Foto: Berbeda dengan operasi sebelumnya yang lebih banyak mengandalkan rudal, drone, dan artileri untuk menyerang basis militan di Irak utara, kali ini Teheran mengindikasikan pasukan khususnya diterjunkan langsung melintasi perbatasan. — Sumber: Istimewa

Berbeda dengan operasi sebelumnya yang lebih banyak mengandalkan rudal, drone, dan artileri untuk menyerang basis militan di Irak utara, kali ini Teheran mengindikasikan pasukan khususnya diterjunkan langsung melintasi perbatasan. Namun, militer Iran tidak mengungkap kelompok mana yang menjadi sasaran maupun lokasi pasti operasi tersebut.

Selama bertahun-tahun, Teheran menuding sejumlah kelompok oposisi Kurdi yang bermarkas di Kurdistan Irak—termasuk Partai Kebebasan Kurdistan (PAK), Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI), Komala, dan PJAK—bekerja sama dengan badan intelijen Barat dan Israel untuk menyusup ke wilayah Iran. Tuduhan itu semakin sering disampaikan setelah memanasnya konflik regional pada awal tahun ini.

Di sisi lain, berbagai laporan media internasional mengungkap bahwa Washington memang pernah mempertimbangkan peran milisi Kurdi sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Reuters pada Maret 2026 melaporkan, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, bahwa kelompok-kelompok Kurdi Iran telah berkonsultasi dengan pejabat Amerika mengenai kemungkinan melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan Iran dari pangkalan mereka di Kurdistan Irak. Tujuannya disebut untuk melemahkan kekuatan militer Iran sekaligus memicu pemberontakan yang lebih luas terhadap pemerintah di Teheran.

Presiden Donald Trump saat itu bahkan menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan operasi tersebut.

"Saya pikir itu luar biasa jika mereka ingin melakukan itu. Saya akan mendukungnya sepenuhnya," ujar Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan milisi Kurdi memasuki wilayah Iran.

Laporan Reuters berikutnya juga menyebut pejabat Israel menggelar pembicaraan dengan sejumlah faksi Kurdi Iran mengenai kemungkinan merebut kota-kota di dekat perbatasan Iran.

Sementara itu, CNN melaporkan CIA tengah mengkaji berbagai opsi untuk membantu kelompok Kurdi, mulai dari melemahkan pasukan keamanan Iran, mendorong gejolak di dalam negeri, hingga membuka peluang bagi milisi Kurdi menguasai sebagian wilayah barat laut Iran. Menurut laporan tersebut, pembicaraan dilakukan dengan para pemimpin Kurdi di Irak dan kelompok oposisi Kurdi Iran, meski belum menghasilkan keputusan resmi.

Laporan serupa juga dimuat Washington Post yang menyebut pemerintahan Trump telah menghubungi para pemimpin politik Kurdi di Irak serta kelompok oposisi Kurdi Iran. Dalam pembahasan itu, Washington dikabarkan menawarkan dukungan udara dan bantuan logistik apabila kelompok-kelompok tersebut bersedia terlibat dalam upaya meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Iran.

Hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai klaim Iran bahwa delapan pemimpin milisi Kurdi tewas dalam operasi tersebut. Begitu pula berbagai laporan mengenai rencana dukungan Amerika Serikat kepada kelompok Kurdi sebagian besar masih bersumber dari laporan media yang mengutip pejabat dan narasumber anonim.

Jika klaim Teheran benar, operasi ini menandai eskalasi baru dalam strategi keamanan Iran. Selain menunjukkan kesediaan mengerahkan pasukan khusus ke luar wilayahnya, langkah tersebut juga dapat dibaca sebagai sinyal bahwa Teheran berupaya menggagalkan potensi penggunaan kelompok bersenjata Kurdi sebagai tekanan dari luar terhadap pemerintah Iran.

  • Perang Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.