SMK Go Global 2026 Buka Ribuan Lowongan Kerja, Ini Negara Tujuannya

Rabu, 12 Agu 2026, 00:04 WIB

Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengungkapkan detail jumlah kebutuhan tenaga kerja, bidang kerja, hingga opsi profesi yang dapat dipilih oleh para pendaftar Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global 2026.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (11/8), bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Ket. Foto: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kiri) dan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani (kanan). — Sumber: Antara

Para peserta dapat mendaftar di sektor jasa pelayanan (hospitality) untuk penempatan di Turki, Malaysia, Maladewa, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga kawasan Eropa Timur.

Sektor tersebut membutuhkan 14.140 pekerja dengan kompetensi sebagai terapis spa, housekeeping, petugas kebersihan, pramusaji, barista, dan juru masak.

Sementara itu, sektor kesehatan membuka pendaftaran untuk 12.780 orang sebagai pengasuh, perawat, perawat lansia, dan petugas panti jompo, dengan tujuan penempatan antara lain Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, dan Jerman.

Kesempatan kerja juga terbuka bagi 6.400 orang di sektor manufaktur dengan kompetensi dalam bidang pengelasan, percetakan, dan operasi produksi di Korea Selatan, Qatar, dan Taiwan.

Sektor selanjutnya yang dapat dipilih oleh para peserta adalah agrikultur dengan kuota 4.300 orang untuk bidang perkebunan sawit, peternakan, budidaya perikanan, kehutanan, dan pertanian di Malaysia, Taiwan, dan Jepang.

Para pendaftar yang memiliki kompetensi berbahasa Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Korea dapat memilih sektor pelatihan bahasa yang membuka lowongan bagi 1.700 orang.

Sedangkan sektor konstruksi tercatat membutuhkan 400 orang sebagai pekerja konstruksi; sektor pelayaran dan kelautan sebanyak 220 orang sebagai nelayan dan anak buah kapal niaga; serta sektor transportasi sebanyak 60 orang sebagai sopir, juru mudi bus, dan pengemudi truk.

Mukhtarudin menyatakan, pemetaan opsi bidang kerja tersebut disusun berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan agar peserta yang mengikuti pelatihan memiliki kompetensi yang relevan dengan permintaan tenaga kerja di negara tujuan.

Ia juga berharap penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lebih terarah melalui program SMK Go Global tersebut dapat menekan jumlah tenaga kerja yang berangkat ke luar negeri melalui jalur tidak resmi.

“Dengan peningkatan kapasitas sejak tahap persiapan, pemerintah berharap semakin banyak calon Pekerja Migran yang dapat bekerja melalui prosedur yang resmi, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya dan keluarganya,” ucapnya.

Pendaftaran Program SMK Go Global 2026 dibuka pada 12-16 Agustus. Peserta dapat mendaftar melalui tautan https://linktr.ee/smkgoglobal atau dengan memindai barcode pada unggahan akun Instagram resmi KP2MI @kemenp2mi.

  • Program SMK Go Global

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.