De Zerbi Pacu Kebangkitan Tottenham: Mentalitas Lebih Penting dari Belanja Besar

Rabu, 12 Agu 2026, 00:03 WIB

LONDON — Roberto De Zerbi menyadari Tottenham Hotspur membutuhkan lebih dari sekadar pemain baru untuk mengakhiri periode sulit. Menurut pelatih asal Italia itu, perubahan mentalitas, semangat, dan karakter tim menjadi fondasi utama kebangkitan Spurs di Liga Inggris.

De Zerbi mengambil alih Tottenham pada bulan Maret lalu ketika klub berada dalam situasi sulit. Pelatih berusia 47 tahun tersebut kemudian membawa Spurs menjauh dari ancaman degradasi hingga mengakhiri musim di posisi satu tingkat di atas zona merah.

Ket. Foto: Roberto De Zerbi. — Sumber: Tottenham

Kini, tantangan yang dihadapi De Zerbi jauh lebih besar. Ia dituntut mengubah Tottenham menjadi tim yang mampu kembali bersaing di papan atas setelah dua musim terakhir lebih banyak berkutat di papan bawah.

Manajemen klub pun bergerak agresif di bursa transfer musim panas. Tottenham telah merekrut Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Jan Paul van Hecke, Andy Robertson, Marcos Senesi, Cole Ramsey, dan Martin Dubravka.

Namun, bagi De Zerbi, kedatangan sejumlah pemain tersebut belum menjamin perubahan besar.

“Di bursa transfer, kami belum selesai. Kami ingin memulai musim baru dengan ambisi dan hasil yang berbeda,” ujar De Zerbi dalam wawancara dengan kanal YouTube Men in Blazers.

Pelatih asal Italia itu menegaskan Tottenham masih harus membangun fondasi yang lebih kuat agar mampu kembali bersaing di papan atas.

“Kami harus menemukan kondisi untuk membangun tim yang kuat, lebih kuat dibandingkan musim-musim sebelumnya, agar bisa kembali bersaing di papan atas,” katanya.

Jiwa dan Karakter

De Zerbi menempatkan aspek mental sebagai salah satu prioritas utama. Ia tidak ingin Tottenham hanya menjadi kumpulan pemain dengan kualitas individu tinggi, tetapi sebuah tim yang memiliki identitas, semangat, dan karakter kuat.

“Saya biasanya berpikir tentang jiwa, gairah, semangat dan mentalitas tim, kemudian peningkatan yang bisa kami lakukan pada masa depan. Saya tidak bisa hanya fokus pada kondisi saat ini,” tutur De Zerbi.

Ia juga ingin para pendukung Tottenham mampu mengenali tim mereka bukan semata-mata melalui gaya permainan, melainkan melalui karakter yang ditunjukkan para pemain di lapangan.

“Saya ingin ketika kami bermain di Liga Primer, orang-orang mengenali jiwa, gairah, dan nilai yang dimiliki para pemain,” ujarnya.

De Zerbi memahami persaingan di Liga Primer semakin ketat. Karena itu, kualitas teknis saja tidak akan cukup untuk membawa Tottenham menembus persaingan papan atas.

“Kualitas pemain saja tidak cukup. Jika Anda tidak memberikan sesuatu yang lebih, sesuatu dari diri Anda sendiri, sesuatu yang benar-benar Anda rasakan di dalam diri, akan sangat sulit untuk bersaing dengan tim-tim terbaik di dunia dan di Liga Primer,” kata De Zerbi.

Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai proyek yang ingin dibangun De Zerbi di Tottenham. Setelah melewati dua musim yang mengecewakan, Spurs tidak hanya membutuhkan perubahan komposisi pemain, tetapi juga perubahan karakter.

Transfer pemain memang bisa memperkuat skuad. Namun, De Zerbi percaya mentalitas pemenang harus tumbuh dari dalam ruang ganti. Semangat untuk berjuang, keberanian menghadapi tekanan, serta rasa memiliki terhadap klub menjadi modal yang tidak bisa dibeli di bursa transfer.

Tottenham kini bersiap menghadapi musim baru dengan harapan dapat meninggalkan periode kelam tersebut. Ujian pertama mereka datang pada 22 Agustus ketika Spurs menghadapi Brentford dalam laga pembuka Liga Inggris.

Bagi De Zerbi, pertandingan itu bukan sekadar awal musim. Laga tersebut menjadi langkah pertama untuk membuktikan apakah Tottenham benar-benar telah menemukan kembali jiwa dan mentalitas yang selama ini hilang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.