Mojtaba Bersumpah Iran akan Terus Mendukung Hizbullah

Senin, 27 Jul 2026, 04:28 WIB

TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan pada hari Minggu (26/7) bahwa Teheran akan mempertahankan dukungannya untuk kelompok Hizbullah di Lebanon sebagai kebijakan strategis dalam sebuah surat kepada sekretaris jenderal kelompok tersebut, sambil menyatakan bahwa tidak ada jalan lain selain "jihad dan perlawanan."

“Sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemimpin Revolusi Islam yang agung dan gugur sebagai martir, Republik Islam Iran menganggap pembelaan terhadap para mujahidin [ Hizbullah ] yang tertindas namun kuat ini sebagai mandat strategisnya,” kata Khamenei dalam serangkaian unggahan yang dibagikan di X.

Ket. Foto: Pemimpin Iran itu juga mengatakan bahwa Teheran telah “menetapkan pelestarian integritas teritorial Lebanon dan penghentian agresi rezim Zionis secara mutlak — Sumber: Istimewa

“Saat ini, ketika bangsa-bangsa di dunia telah muak dengan tirani dan penindasan pemerintah AS dan Zionis kriminal, yang merupakan penghancur kehidupan dan generasi, tidak ada jalan keluar lain selain jihad dan perlawanan,” tambahnya.

Dari Fox News, pemimpin Iran itu juga mengatakan bahwa Teheran telah “menetapkan pelestarian integritas teritorial Lebanon dan penghentian agresi rezim Zionis secara mutlak dan tanpa syarat sebagai syarat utama untuk setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dipaksakan terhadap AS yang agresif.”

Qatar mendesak dorong kesepakatan AS-Iran 

Sementara itu, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani berbicara dengan Wakil Penguasa Abu Dhabi dan Penasihat Keamanan Nasional Uni Emirat Arab Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan pada hari Minggu, di mana mereka membahas hubungan bilateral dan perkembangan regional, kata Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan .

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa kedua pejabat tersebut membahas perkembangan regional dan koordinasi untuk "meredakan ketegangan dan memperkuat keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut ."

"Yang Mulia Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri menekankan pentingnya semua pihak untuk berpegang teguh pada dialog dan diplomasi serta menerapkan kesepahaman yang dicapai berdasarkan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran, termasuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, untuk menjaga keamanan regional, melestarikan pencapaian yang telah diraih, dan meningkatkan stabilitas regional," kata kementerian tersebut.

Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri juga menegaskan kembali "dukungan penuh Qatar untuk semua upaya yang bertujuan mengurangi ketegangan dan mencapai kesepakatan komprehensif yang menghasilkan perdamaian abadi di kawasan ini."

  • Perang Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.