- Home
-
- Luar Negeri
-
- Intelejen Rencana Serangan...
Intelejen Rencana Serangan ke Gunung Pickaxe Iran Bocor ke Publik, Trump Kesal pada Netanyahu - Picu Ketegangan Baru AS-Israel
Kamis, 30 Jul 2026, 06:13 WIBWASHINGTON DC - Hubungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Trump merasa kesal menjelang pertemuan mereka di Gedung Putih. Penyebabnya adalah bocornya informasi mengenai rencana Netanyahu yang disebut akan membawa intelijen baru tentang Gunung Pickaxe (Pickaxe Mountain), kompleks bawah tanah yang diduga berkaitan dengan program nuklir Iran.Â
Dari The Guardian, Trump mengeluhkan mengapa rencana pembahasan tersebut sudah lebih dulu diketahui publik sebelum keduanya bertemu. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump bahkan mengatakan bahwa Netanyahu seharusnya menyampaikan informasi itu secara langsung kepadanya, bukan mengumumkannya kepada dunia.
"Mengapa harus diumumkan ke seluruh dunia? Kenapa tidak bilang saja langsung kepada saya?" ujar Trump.Â
Trump juga menepis anggapan bahwa ia membutuhkan penjelasan baru dari Netanyahu mengenai fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah AS telah mengetahui perkembangan di Gunung Pickaxe dan menilai situasinya "bukan masalah besar". Menurut Trump, Netanyahu terus mengangkat isu itu karena ingin memastikan Amerika Serikat tetap terlibat dalam menghadapi Iran.Â
Gunung Pickaxe menjadi perhatian sejak diyakini sebagai salah satu fasilitas nuklir bawah tanah Iran yang sangat terlindungi. Lokasi itu sebelumnya beberapa kali disebut Trump sebagai target yang dapat diserang apabila Iran terus mengembangkan kemampuan nuklirnya. Namun menjelang pertemuan dengan Netanyahu, Trump justru menunjukkan sikap lebih berhati-hati dan tidak ingin kesan bahwa kebijakan Washington ditentukan oleh tekanan dari Israel.Â
Meski demikian, setelah pertemuan berlangsung, seorang pejabat senior Israel menegaskan bahwa kedua pemimpin tetap membahas seluruh opsi terkait Iran, mulai dari diplomasi, tekanan ekonomi, hingga kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Pejabat tersebut juga membantah bahwa Netanyahu datang untuk mendorong serangan baru terhadap Iran, serta menegaskan kerja sama intelijen antara Amerika Serikat dan Israel tetap berjalan erat.Â
Di sisi lain, laporan media Israel menyebutkan bahwa pejabat diplomasi publik Israel membantah Netanyahu membawa paket intelijen baru mengenai Gunung Pickaxe untuk diserahkan kepada Trump. Bantahan itu muncul setelah isu tersebut ramai diberitakan dan memicu spekulasi mengenai memburuknya hubungan kedua sekutu tersebut.Â
Insiden ini memperlihatkan adanya ketegangan dalam komunikasi antara Washington dan Tel Aviv di tengah konflik berkepanjangan dengan Iran. Meski aliansi strategis kedua negara masih kuat, perbedaan pendekatan mengenai cara menghadapi program nuklir Iran kini mulai terlihat semakin terbuka.Â
- Perang Iran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Iran Konfirmasi Pilot Su-24 Tewas Usai Serang Pangkalan AS di Al Udeid Qatar, Misteri Terungkap Lewat Tes DNA
-
AS akan Serang Habis-habisan Semua Lokasi Nuklir Iran, Target Berikutnya Kompleks Bawah Tanah Gunung Pickaxe
-
Mojtaba Bersumpah Iran akan Terus Mendukung Hizbullah
-
Iran Hantam Jantung Operasi Militer AS di Yordania, Armada Black Hawk AS Hangus Bergelimpangan
-
Dibombardir Berbulan-bulan, Intelijen AS Memperingatkan Kemampuan Rudal Iran Justru Meningkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.