Seluruh Elemen Bangsa Harus Bersatu
Rabu, 25 Mar 2026, 03:08 WIBJAKARTA - Pengamat politik Iwan Setiawan menyebut Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk bergotong royong menghadapi situasi global yang tidak pasti saat menggelar griya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3).
Iwan yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengatakan elite politik sebagai bagian dari elemen bangsa dapat memanfaatkan momentum Lebaran di Istana untuk membicarakan berbagai kebijakan, baik politik lokal maupun global, dalam suasana kebersamaan dan silaturahmi, meskipun terdapat perbedaan ideologi dan posisi politik di antara para tokoh tersebut.
âKalau kita lihat, Presiden Prabowo mewanti-wanti semua elemen bangsa bersatu dan bergotong royong dalam menghadapi situasi global yang tidak pasti seperti saat ini. Tekanan ekonomi efek perang AS-Israel dengan Iran tidak bisa dianggap main-main. Prabowo ingin semua energi dari semua pihak difokuskan untuk menghadapi situasi seperti ini. Baik itu yang berada dalam koalisi dan pendukung pemerintah, maupun yang berada di luar pemerintahan,â katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (24/3).
Langkah Prabowo merangkul para tokoh tersebut pada momentum Lebaran, menurut dia, merupakan strategi komunikasi politik yang dapat disebut âDiplomasi Politik Ketupat Lebaran Ala Prabowoâ.
âMemanfaatkan momentum lebaran atau Hari Raya Idul Fitri untuk membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai kalangan, tokoh politik, pejabat dan tokoh masyarakat sangat bagus dan produktif. Ada perbedaan dengan pertemuan dan dialektika di ruang yang lain,â ujarnya.
âYang di dalam pemerintahan harus fokus dan bekerja mati-matian untuk mensukseskan program-program pemerintah serta mengantisipasi dan menghadapi situasi ekonomi yang tidak pasti,â lanjutnya.
Berikan Kontribusi
Sementara itu, partai dan kelompok yang di luar pemerintahan juga harus memberikan kontribusi dalam bentuk kritik yang konstruktif, pengawasan, dan ide penyeimbang untuk kebijakan dan program pemerintah tersebut.
Iwan menilai second opinion pada sumbangsih pemikiran dan tawaran solusi dari pihak luar pemerintahan sangat penting untuk pemerintah juga dalam menjalankan program dan evaluasi yang konstruktif.
Hal itu dapat dilihat saat Presiden Prabowo mengundang Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan pada Kamis (19/3). âSebelumnya juga kita melihat, Presiden Prabowo juga sudah mengundang dan meminta masukan kepada para mantan presiden dan wakil presiden terkait Indonesia menghadapi efek perang dan situasi global. Meskipun, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bertemu Prabowo pada waktu yang berbeda,â ucapnya.
Dalam harmoni kepemimpinan nasional pada konteks komunikasi politik, Iwan menyimpulkan Presiden Prabowo sebagai seorang pemimpin yang terbukti kematangannya secara politik.
âDalam situasi seperti ini, Prabowo menunjukkan kedewasaan politik. Merangkul dan akomodatif terhadap semua pihak, baik koalisi maupun kelompok yang posisi politiknya berbeda. Prabowo mengutamakan persatuan dan kesatuan antar elite politik, tokoh, dan semua elemen bangsa dalam membangun dan memajukan Indonesia, daripada membuat peta konflik,â tuturnya.
Terpisah, peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai langkah Presiden Prabowo Subianto merangkul tokoh nasional saat gelar griya di Istana Kepresidenan dapat menjaga stabilitas politik.
âTentu saja dengan adanya dialog secara terbuka tersebut menjaga situasi kondusif bagi stabilitas politik dan keamanan,â jelasnya di Jakarta, Selasa.
Lili menyampaikan langkah tersebut tidak boleh terhenti pada acara gelar griya yang dilakukan pada Sabtu dan harus menerus dilakukan untuk mengonstruksi kesepahaman sesama anak bangsa dengan dialog dua arah.
âDengan mengundang berbagai kalangan tersebut suatu yang baik dan harus terus dilakukan agar ada dialog dua arah sehingga terbangun kesepahaman sesama anak bangsa, yang sama-sama ingin bangsa ini bukan saja aman, tapi maju dan sejahtera,â katanya.
Dalam rangka membangun komunikasi secara langsung, menurut Lili, kegiatan tersebut juga menjadi medium Presiden Prabowo menjelaskan berbagai kebijakan yang diambil dan dijalankan saat ini. âPresiden mengundang sejumlah tokoh atau elit politik tersebut, saya kira dalam rangka untuk membangun komunikasi secara langsung dan menjelaskan berbagai kebijakan yang diambil dan dijalankan,â ujarnya. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ketua MPR: Perlu Evaluasi Konstitusi Jelang Indonesia Emas 2045
-
Kementerian PPPA Dukung Upaya Pemprov DKI Jakarta Revitalisasi Kawasan Kota Tua
-
Pemprov Lampung Pastikan Kesiapan Fasilitas Pendukung Sekolah Rakyat
-
Hana Bank Perluas Pilihan Investasi Reksa Dana Bersama PT BNP Paribas AM
-
Junta Gelar Pemilu Setelah Lima Tahun Perang Saudara
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.