- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jika Capai Kesepakatan, AS...
Jika Capai Kesepakatan, AS Bakal Ambil Uranium Iran
Rabu, 25 Mar 2026, 01:05 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin (22/3) waktu setempat mengatakan jika Amerika mencapai kesepakatan dengan Iran, maka AS akan mengambil uranium yang diperkaya milik negara tersebut.
Saat ditanya wartawan bagaimana AS akan mendapatkan uranium yang diperkaya milik Iran, yang telah menjadi sumber perselisihan selama bertahun-tahun antara kedua negara, dia menjawab: âSangat mudah.â.
âJika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri,â jelas Trump.
Disebutkan putaran pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran terjadi pada Minggu malam, pembicaraan tersebut dibantah oleh Iran. Trump mengatakan kepada wartawan sebelum berangkat untuk perjalanan ke AS bagian selatan: âMereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan. Kita akan bertemu hari ini mungkin melalui telepon,â kata Trump.
Trump juga mengklaim bahwa "sangat sulit" bagi pejabat Iran untuk keluar dari negara itu, Trump juga mengatakan bahwa pejabat AS dan Iran akan "pada suatu saat, sangat, sangat bertemu segera secara langsung.
Dalam pengumumannya tentang jeda lima hari dalam serangan terhadap fasilitas energi Iran, presiden AS itu mengatakan: âKita akan lihat bagaimana hasilnya, dan jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hati kita.
Percakapan Produktif
Pihak Iran sendiri pada Senin membantah telah mengadakan pembicaraan apa pun dengan AS, bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa baru-baru ini telah terjadi "percakapan produktif" antara kedua pihak.
Kantor berita semi-resmi Mehr, mengutip sumber Iran, mengatakan bahwa âtidak ada dialogâ antara Teheran dan Washington.
Sumber tersebut mengatakan komentar Trump adalah bagian dari upayanya âuntuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militer.â
Sumber Iran tersebut mengakui bahwa negara-negara regional telah mengajukan inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan.
âKami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua tuntutan tersebut harus diarahkan ke Washington,â tambahnya.
Trump pada Senin mengatakan bahwa dia telah memerintahkan penundaan selama lima hari untuk semua serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, dengan alasan pembicaraan yang âsangat baik dan produktifâ dengan Teheran selama dua hari terakhir.
âSaya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," kata Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Gandeng Kemenhub, GoTo Fasilitasi Mitra Driver dan Keluarga Mudik Gratis lewat GoMudik
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Trump: Operasi Militer Iran Lebih Enteng, seperti Sebuah Ekspedisi Singkat
-
Potensi Terjadi Hujan Deras di Jakarta Saat Idul Fitri
-
Alarm Pangan Berbunyi! Perpres Penyelamatan Segera Diterbitkan
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
-
PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.