- Home
-
- Luar Negeri
-
- Belfast Bersatu Lawan Rasi...
Belfast Bersatu Lawan Rasisme, Ribuan Orang Gelar Aksi Damai di Tengah Ketegangan
Minggu, 14 Jun 2026, 06:30 WIBBELFAST - Ribuan orang berkumpul di Kota Belfast, Irlandia Utara, pada Sabtu (13/6) untuk mengikuti aksi unjuk rasa anti-rasisme menyusul kerusuhan yang dipicu oleh insiden penikaman brutal yang viral di media sosial.
Para peserta membawa berbagai poster bertuliskan pesan antirasisme, seperti "Kebencian adalah satu-satunya ancaman di jalanan kita" dan "Belfast menentang rasisme".
Kerusuhan terjadi selama dua malam berturut-turut setelah video penikaman yang terjadi pada Senin malam menyebar luas di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria menyerang pria lain yang tergeletak di jalan dengan menggunakan pisau.
Seorang pria asal Sudan pada Rabu telah dihadapkan ke pengadilan dan didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap Stephen Ogilvie, yang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Salah seorang peserta aksi, Hilary Hunter (63), mengatakan dirinya mengikuti demonstrasi karena prihatin dengan situasi yang terjadi di negaranya.
"Saya benar-benar muak dengan apa yang sedang terjadi di negara kami yang indah ini," ujarnya kepada AFP.
Menurut Hunter, mayoritas warga yang hadir ingin menunjukkan bahwa kelompok yang memicu kerusuhan tidak mewakili suara masyarakat Belfast secara keseluruhan.
"Semua orang di sini ingin menunjukkan bahwa mereka yang menyebabkan berbagai masalah ini tidak berbicara atas nama kami," katanya dalam aksi yang diselenggarakan kelompok Unite Against Racism.
Menteri Urusan Irlandia Utara Hilary Benn sebelumnya menyatakan kerusuhan tersebut telah menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan adanya laporan sejumlah orang mengalami intimidasi bahkan rumah mereka dibakar oleh kelompok bermasker hanya karena warna kulit mereka.
Benn juga menyebut terdapat laporan mengenai warga yang dihentikan saat berkendara dan ditanya mengenai kewarganegaraannya ketika hendak berangkat bekerja.
"Itu sama sekali tidak dapat diterima," tegasnya.
Sementara itu, anggota dewan lokal dari Partai Social Democratic and Labour Party (SDLP), Seamas de Faoite, mengatakan masyarakat turun ke jalan untuk menunjukkan penolakan terhadap kekerasan bermotif rasial yang terjadi.
Menurutnya, berbagai organisasi di Belfast saat ini bekerja keras membantu warga yang merasa terlalu takut untuk kembali ke rumah mereka akibat kerusuhan tersebut.
Isu imigrasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi topik sensitif baik di Inggris maupun Irlandia. Situasi itu turut mendorong meningkatnya dukungan terhadap partai sayap kanan Reform UK yang dipimpin Nigel Farage.
Kedua negara juga kerap menghadapi aksi protes anti-imigrasi dalam beberapa tahun terakhir, yang sebagian di antaranya berujung pada tindakan kekerasan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Upaya Petani Membungkus Jagung guna Mencegah Serangan Hama Tikus
-
Bantuan Sosial Nelayan untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat Pesisir
-
Petugas Hotel Temukan Jasad Bayi Terbungkus Plastik saat Bersihkan Kamar Hotel di Gunung Sahari, Jakarta Pusat
-
Hadapi El Nino, Lampung Manfaatkan Jaringan Irigasi Air Tanah Sebagai Alternatif Sumber Air
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.