Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Jangan Ada Keserakahan' Pesan Tajam Wali Kota Bandung Farhan di Shalat Id Balai Kota

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 07:45 WIB | Oleh:
'Jangan Ada Keserakahan' Pesan Tajam Wali Kota Bandung Farhan di Shalat Id Balai Kota Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Ribuan warga mengikuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Halaman Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3).

KOTA BANDUNG - Ribuan warga dari berbagai penjuru Bandung memadati halaman Balai Kota untuk menunaikan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3).

Di bawah langit pagi yang cerah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum pembersihan diri, menjauhkan hati dari sifat serakah, serta memperkuat kepedulian sosial melalui perayaan yang khidmat namun tetap dalam kesederhanaan.

“Kita bersyukur di pagi hari ini bisa menghirup udara dengan penuh rasa syukur. Kita memandang sekeliling dengan penuh rasa kagum atas karunia dan rahmat serta berkah dari Allah SWT,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelum pelaksanaan Shalat Id itu.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hati dari sifat negatif serta memperkuat niat baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada kesempatan ini kita juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada sesama saudara kita, serta menjaga diri dari niat yang tidak baik dan menjauhkan hati dari ketidakadilan maupun keserakahan,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan peristiwa istimewa yang dirayakan setahun sekali, di mana umat Muslim menunjukkan syukur melalui berbagai bentuk, termasuk mengenakan pakaian terbaik dan menyiapkan hidangan bagi keluarga.

“Ini menjadi kegembiraan kolektif yang membawa pergerakan sosial yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Shalat Id tersebut, bertindak sebagai imam dan khatib yakni KH Ahmad Parizi berasal dari Pesantren Nagreg.

Ia menambahkan setelah Shalat Idul Fitri dilanjutkan dengan kegiatan gelar griya yang terbuka bagi masyarakat umum hingga pukul 11.00 WIB.

“Kegiatan ini juga mengikuti imbauan pemerintah pusat agar tidak menggelar open house (gelar griya) berlebihan. Tidak disediakan makanan khusus, kegiatan berlangsung sederhana,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.