Kapal Pesiar dan Hunian Kayu Jadi Sorotan di Asian Games Jepang, Panitia Janjikan “Pengalaman Unik”

Jumat, 20 Mar 2026, 01:00 WIB

TOKYO, JEPAN — Para atlet yang tampil di Asian Games di Jepang dipastikan akan merasakan pengalaman berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Panitia penyelenggara menjanjikan “pengalaman unik” dengan menempatkan peserta di kapal pesiar dan hunian berbentuk kontainer kayu selama ajang berlangsung.

Sekitar enam bulan menjelang pembukaan, Wakil Sekretaris Jenderal Komite Penyelenggara Aichi-Nagoya, Kazuhiro Yagi, mengakui konsep ini memang memicu kekhawatiran, namun diyakini tetap layak untuk kebutuhan jangka pendek.

Ket. Foto: Ilustrasi kapal pesiar. — Sumber: AFP

Ajang olahraga terbesar di Asia itu akan digelar di Nagoya dan wilayah Aichi pada tanggal 19 September hingga 4 Oktober, bertepatan dengan musim topan di Jepang. Sekitar 15.000 atlet dan ofisial diperkirakan ambil bagian, dengan separuhnya menempati akomodasi sementara tersebut.

Sisanya akan menginap di hotel, termasuk di Tokyo, yang menjadi lokasi beberapa cabang seperti renang, loncat indah, dan equestrian.

Panitia memilih konsep ini sebagai alternatif yang lebih hemat dibanding membangun desa atlet konvensional. Meski demikian, pendekatan yang tidak lazim tersebut sempat menuai tanda tanya.

“Ini akan menjadi pengalaman yang sulit didapatkan di tempat lain,” ujar Yagi. “Jika untuk jangka panjang tentu berbeda, tetapi ini hanya sementara. Atlet sebagian besar akan berlatih dan kembali untuk beristirahat.”

Sekitar 4.000 hingga 5.000 atlet dan ofisial akan ditempatkan di kapal pesiar asal Italia, Costa Serena, yang akan bersandar di Pelabuhan Nagoya selama perhelatan. Kapal dengan 571 kabin itu dilengkapi tujuh kolam renang, delapan restoran, dan sembilan bar, dengan biaya sewa mencapai 4,5 miliar yen.

Kapal tersebut merupakan “saudara” dari Costa Concordia yang karam di lepas pantai Tuscany pada 2012 dan menewaskan 32 orang.

Selain itu, sekitar 2.000 peserta lainnya akan tinggal di unit hunian kayu bergaya kontainer di kawasan Garden Pier, Nagoya. Beberapa unit bahkan telah terpasang dan disebut dalam kondisi nyaris baru.

“Saya mendengar ada yang mengatakan ruangnya agak sempit, tetapi dari yang saya lihat, masih cukup layak untuk ditinggali,” kata Yagi. Ia menambahkan, penempatan atlet akan didasarkan pada cabang olahraga, bukan negara asal.

Panitia juga memastikan kesiapan menghadapi musim topan yang berpotensi mengganggu jalannya ajang.

“Kami tidak mengharapkan gelombang besar, tetapi harus tetap siap untuk kondisi darurat,” ujar Yagi. “Akurasi prediksi kini meningkat dan jalur topan biasanya sudah bisa dipantau sekitar sepekan sebelumnya.”

Secara keseluruhan, persiapan disebut berjalan sesuai rencana. Stadion utama atletik dijadwalkan mulai dibuka bulan depan, sementara penjualan tiket untuk publik lokal telah dimulai.

Panitia berharap dapat mengulang kesuksesan World Athletics Championships yang digelar di Tokyo tahun lalu dengan dukungan penonton yang hampir selalu penuh.

Yagi bahkan mengingat momen ketika Armand Duplantis memecahkan rekor dunia. “Hampir pukul 23.00, tetapi tidak ada yang beranjak. Semua bertepuk tangan. Momen saat rekor itu pecah benar-benar luar biasa dan mengingatkan saya betapa hebatnya olahraga.”

Di sisi lain, panitia juga memantau situasi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, meski untuk saat ini dinilai tidak akan berdampak pada penyelenggaraan.

Dengan waktu yang kian dekat, Yagi menegaskan kesiapan terus dimatangkan. “Kami terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar dapat menyambut ajang ini dalam kondisi sempurna,” ujarnya.

  • Jepang
  • asian games 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.