Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandara Soetta dan Ngurah Rai Kompak Melesat Naik Peringkat

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 08:35 WIB | Oleh:
Bandara Soetta dan Ngurah Rai Kompak Melesat Naik Peringkat Doc: Istimewa
Ket. Dua bandara utama Indonesia, Soekarno-Hatta Tangerang dan I Gusti Ngurah Rai Bali, mencatatkan lonjakan peringkat dalam daftar World’s Top 100 Airports 2026 versi Skytrax. Pencapaian ini diumumkan dalam ajang World Airport Awards yang digelar di London pada 18 Maret 2026 waktu setempat.

JAKARTA - Dua bandara utama Indonesia, Soekarno-Hatta Tangerang dan I Gusti Ngurah Rai Bali, mencatatkan lonjakan peringkat dalam daftar World’s Top 100 Airports 2026 versi Skytrax. Pencapaian ini diumumkan dalam ajang World Airport Awards yang digelar di London pada 18 Maret 2026 waktu setempat.

Bandara Soekarno-Hatta berhasil naik ke posisi 22 dunia, meningkat dari peringkat ke-25 pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menunjukkan tren positif dengan naik dari posisi 72 menjadi peringkat ke-67 dunia.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyebut capaian ini sebagai hasil dari transformasi besar yang dilakukan sejak 2024. Ia menilai peningkatan ini mencerminkan daya saing bandara Indonesia di level global yang semakin kuat.

"Pencapaian dua bandara tersibuk di Indonesia ini tidak lepas dari program transformasi yang terus kami jalankan sejak tahun 2024 untuk melayani sepenuh hati dan menghadirkan layanan berstandar global," ujar Pahlevi.

Transformasi yang dilakukan InJourney Airports berfokus pada tiga aspek utama, yakni peningkatan fasilitas fisik, penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta peningkatan kualitas layanan sumber daya manusia. Langkah ini ditujukan untuk menciptakan pengalaman perjalanan berkelas dunia bagi para pengguna jasa bandara.

Dalam tiga tahun terakhir, tren peningkatan peringkat kedua bandara ini terlihat konsisten. Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya berada di posisi 28 pada 2024, naik ke 25 pada 2025, dan kini menembus peringkat 22 dunia.

Sementara itu, Bandara Ngurah Rai juga menunjukkan perkembangan serupa. Dari peringkat 74 pada 2024, naik ke 72 pada 2025, hingga kini berada di posisi 67 dunia.

"Tren peningkatan ini menunjukkan konsistensi perbaikan layanan dalam tiga tahun terakhir, dan menandakan bahwa transformasi bandara berjalan pada jalur dan arah yang tepat," kata Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir.

Berbagai pembaruan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, mulai dari beautifikasi Terminal 3 hingga pengoperasian kembali Terminal 1C dengan tampilan baru yang memadukan unsur modern dan tradisional. Selain itu, Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F juga telah diresmikan untuk meningkatkan pelayanan.

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pengembangan difokuskan pada optimalisasi fasilitas dan aksesibilitas. Beberapa peningkatan meliputi perluasan akses jalan, penambahan taman air, serta pembangunan jembatan penyeberangan orang yang modern dan nyaman.

"Melalui transformasi ini kami memperkuat kultur customer-centric yang mendorong organisasi menjadi proaktif dan prediktif untuk pelayanan yang lebih baik," jelas Achmad.

Tidak hanya itu, Bandara Soekarno-Hatta juga mencatatkan prestasi tambahan di tingkat Asia dan global. Bandara ini berhasil naik ke peringkat 8 bandara terbaik di Asia serta menempati posisi 2 dalam kategori bandara dengan kapasitas 60 hingga 70 juta penumpang.

Bandara Soekarno-Hatta juga masuk dalam 10 besar untuk kategori Best Airport Staff in Asia dan World’s Best Immigration Service. Penghargaan ini menunjukkan peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh pengguna jasa.

Ke depan, InJourney Airports menargetkan Bandara Soekarno-Hatta dapat menembus 10 besar dunia pada 2029. Selain itu, kedua bandara juga ditargetkan meraih Airport Council International Customer Experience Accreditation Level 5 pada tahun yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.