Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pawai Ogoh-Ogoh di Ambon, Umat Hindu Gaungkan Pesan Damai Jelang Nyepi dan Lebaran

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 00:40 WIB | Oleh:
Pawai Ogoh-Ogoh di Ambon, Umat Hindu Gaungkan Pesan Damai Jelang Nyepi dan Lebaran Doc: Antara Foto
Ket. Antusiasme masyarakat menyaksikan Pawai ogoh-ogoh, di jalan depan Gong Perdamaian Ambon

Umat Hindu di Maluku menggelar pawai ogoh-ogoh di Kota Ambon sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948/2026, sekaligus menyerukan pesan perdamaian dan pengendalian diri menjelang Nyepi dan Idul Fitri yang waktunya berdekatan.

“Idul Fitri dan Nyepi punya makna yang sama, yaitu mengendalikan hawa nafsu. Nyepi itu adalah tentang pengendalian diri. Bukan hanya untuk umat Hindu, tetapi untuk seluruh manusia, agar kita bisa mengheningkan diri, melihat dan mengintrospeksi diri kita sendiri,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Ambon Doktor Ida Bagus G Dwibawa, di Ambon, Rabu.

Ia menjelaskan, ogoh-ogoh yang diarak dalam pawai melambangkan sifat-sifat negatif manusia seperti keserakahan, ketamakan, dan emosi yang tidak terkendali. Melalui pawai tersebut, umat diajak untuk menyadari dan melebur sifat-sifat buruk tersebut.

“Ogoh-ogoh itu simbol kejahatan dan keserakahan. Kita yang berbuat, kita juga yang harus meleburkannya agar hidup menjadi lebih tenang,” ujarnya

Menurutnya, kegiatan pawai ogoh-ogoh di Ambon telah menjadi agenda tahunan dan juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat lintas agama di Maluku. Bahkan, dalam momentum tersebut, umat Hindu turut berbagi takjil kepada umat Muslim sebagai bentuk toleransi dan kebersamaan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan, pawai ogoh-ogoh tahun ini terasa istimewa karena perayaan Nyepi dan Idul Fitri berlangsung dalam waktu yang berdekatan.

“Ini menjadi spesial karena Nyepi dan Idul Fitri berdekatan. Kita bisa melihat antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan yang hadir menyaksikan pawai ogoh-ogoh,” katanya.

Ia menilai kegiatan tersebut sebagai modal sosial penting bagi masyarakat Maluku yang majemuk untuk terus memperkuat kebersamaan, menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

“Kami melihat ini sebagai kekuatan kebersamaan. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu pengendalian diri, menjaga kedamaian, dan mempererat hubungan antarsesama,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Maluku dapat berlangsung aman, damai, dan penuh sukacita, serta semakin mempererat kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.

Diketahui, pawai ogoh-ogoh di Ambon dimulai dari pelataran Monumen Gong Perdamaian Dunia dan melintasi sejumlah ruas jalan utama, di antaranya Jalan DI Panjaitan, Jalan Pattimura, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, Jalan AM Sangadji, hingga Jalan AY Patty sebelum berakhir di Lapangan Merdeka.

Perayaan Nyepi Tahun Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga”.

Ogoh-ogoh sendiri merupakan bagian dari rangkaian upacara Tawur Kesanga yang bertujuan mengusir roh jahat sebelum umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian. Sosok ogoh-ogoh biasanya digambarkan seperti raksasa atau bhuta, simbol sifat jahat dan hawa nafsu dalam diri manusia.

Istilah ogoh-ogoh berasal dari bahasa Bali “ogah-ogah” yang berarti digoyang-goyangkan. Dalam tradisinya, ogoh-ogoh diarak keliling kemudian dibakar sebagai simbol pembersihan diri dan alam dari unsur kejahatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.