Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendag Dyah Roro Tinjau Harga Pangan di Pasar Mayestik Jelang Lebaran 1447 H

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 13:15 WIB | Oleh:
Wamendag Dyah Roro Tinjau Harga Pangan di Pasar Mayestik Jelang Lebaran 1447 H Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri (tengah) meninjau langsung kondisi harga dan pasokan pangan strategis di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (16/3).

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung kondisi harga dan pasokan pangan strategis di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, guna memastikan stabilitas menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Pagi ini, menjelang Lebaran, beberapa hari sebelum Lebaran, kami pantau terus harga bahan pokok di lapangan. Saya bersama Pak Menteri (Perdagangan Budi Santoso), kita bagi-bagi tugas ke beberapa wilayah. Dan hari ini kebetulan saya berada di Pasar Mayestik," kata Dyah Roro di Jakarta, Selasa.

Dalam peninjauan tersebut Wamendag didampingi Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo.

Ia mengatakan menemukan komoditas telur ayam dijual dengan harga di kisaran Rp32.000 per kilogram (kg), sedikit di atas harga acuan penjualan (HAP) Rp30.000 per kg, setelah sebelumnya berada pada rentang Rp30.000 hingga Rp31.000 per kg.

Pedagang menyebut telur dipasok dari Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Solo serta Blitar.

Untuk komoditas cabai, harga cabai merah keriting ditemukan mencapai Rp80.000 per kg, sementara cabai rawit merah menyentuh Rp120.000 per kg, jauh di atas kisaran harga acuan Rp40.000 hingga Rp57.000.

Namun, ditemukan perbedaan harga antar pedagang, di mana cabai dijual lebih rendah pada kisaran Rp37.000 hingga Rp55.000 per kg di lapak lain, menunjukkan adanya disparitas harga di dalam pasar.

Adapun harga daging sapi berada di kisaran Rp140.000 per kg untuk kualitas standar, sedangkan kualitas premium dijual antara Rp150.000 hingga Rp160.000 per kg.

Kemudian harga minyak goreng merek MinyaKita berada pada kisaran Rp15.700 per liter sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dan terpantau stabil di tingkat pedagang.

Ia menegaskan Kementerian Perdagangan memiliki peran dalam mengawasi harga minyak melalui pengaturan stok dan distribusi sehingga kestabilan harga dapat tetap terjaga di tingkat konsumen.

Pemerintah juga menerapkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Perdagangan yang mengharuskan minimal 35 persen distribusi pangan komoditas MinyaKita berasal dari BUMN seperti Bulog dan ID Food.

Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pengawasan distribusi sekaligus memastikan pasokan pangan strategis dapat dimonitor lebih intensif oleh pemerintah guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar. 

Kementerian Perdagangan juga mengandalkan sistem Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memantau harga secara harian di 514 kabupaten dan kota sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian harga pangan.

Wamendag memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman hingga pasca Lebaran dan pemerintah akan terus memantau distribusi serta harga guna menjaga stabilitas dan melindungi daya beli masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.