Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Optimalkan Pantauan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Marapi Sumbar

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 15:40 WIB | Oleh:
BMKG Optimalkan Pantauan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Marapi Sumbar Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Pesawat terbang lepas landas dari Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

KOTA PADANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), terus mengoptimalkan pemantauan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Marapi yang berpotensi sampai ke Bandara Internasional Minangkabau.

"Nah, yang BMKG lakukan adalah apabila terjadi erupsi, maka BMKG segera melihat pola-pola erupsinya, kemudian melihat sebarannya ke arah mana saja," kata Kepala BMKG Minangkabau Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Decky Irmawan di Kota Padang, Selasa.

Setelah mendapati sebaran abu vulkanik,  pihaknya kemudian memberikan informasi kepada pengelola bandara untuk segera memberikan informasi lanjutan bagi pihak maskapai.

Tidak hanya itu, lanjut Decky, BMKG juga akan terus memantau sebaran abu vulkanik apakah menutupi area Bandara Internasional Minangkabau yang berada di Kabupaten Padang Pariaman atau tidak.

Beruntungnya, kata dia, selama beberapa bulan terakhir sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi yang terjadi tidak sampai atau mengarah ke Bandara Internasional Minangkabau sehingga aktivitas penerbangan masih berjalan normal.

"Beberapa hari terakhir juga terjadi erupsi tapi semburannya cenderung mengarah ke tenggara dan timur, sehingga tidak berdampak bagi penerbangan di bandara," ujar dia.

Tambahan informasi, pada Maret 2024 pengelola Bandara Internasional Minangkabau sempat menutup operasional bandara tersebut imbas sebaran abu vulkanik di dalam area bandara.

Penutupan bandara tersebut dilakukan dengan pertimbangan aspek keselamatan para penumpang pesawat terbang. Sebab jika penerbangan tetap dilakukan, maka abu vulkanik berpotensi masuk ke dalam kabin pesawat.

Kemudian dampak buruk lainnya yaitu abu vulkanik dapat menyumbat sistem pemantau kecepatan udara yang merupakan bagian penting ketika terbang dan mendarat. Selanjutnya dapat mengganggu navigasi dan sistem elektronik lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.