Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB Ungkap Jalur Diplomatik Tersedia untuk Setop Perang di Lebanon

📅 Senin, 16 Mar 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB Ungkap Jalur Diplomatik Tersedia untuk Setop Perang di Lebanon Doc: AFP/Lebanese Presidency Press Office
Ket. Antonio Guterres

BEIRUT - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Sabtu (14/3) mengatakan dalam kunjungannya ke Beirut bahwa saluran diplomatik tetap terbuka untuk mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah dan mendesak komunitas internasional untuk mendukung Lebanon.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pekan lalu ketika Hizbullah menyerang Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel.

Pemimpin kelompok yang didukung Teheran itu mengatakan para militan siap untuk konfrontasi panjang dengan Israel.

Pada Sabtu, Israel melanjutkan serangan terhadap Lebanon sementara Hizbullah mengklaim serangan terhadap Israel utara, dengan Beirut mengatakan jumlah korban tewas di negara itu sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 826, termasuk 106 anak-anak.

Situs berita AS Axios pada Sabtu melaporkan bahwa Israel merencanakan invasi darat besar-besaran ke Lebanon dengan tujuan merebut seluruh wilayah di selatan Sungai Litani, mengutip pejabat AS dan Israel. Area tersebut, yang meliputi ratusan kilometer persegi, sudah menjadi sasaran peringatan evakuasi Israel.

Namun, Guterres menegaskan tidak ada solusi militer, hanya diplomasi dan dialog.

Kepala PBB tiba di Beirut pada Jumat (13/3) untuk apa yang disebutnya sebagai kunjungan solidaritas, dan meluncurkan permohonan bantuan kemanusiaan senilai 325 juta dollar AS untuk mendukung Lebanon dalam menanggapi pengungsian ratusan ribu orang di tengah perintah evakuasi besar-besaran tentara Israel.

Guterres pun mendesak komunitas internasional untuk meningkatkan keterlibatan merekaa, memberdayakan negara Lebanon dan mendukung tentara, yang telah berkomitmen untuk melucuti senjata Hizbullah.

Sementara Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan pada Sabtu bahwa Ankara khawatir Israel dapat melakukan genosida di Lebanon dan menyerukan komunitas internasional untuk campur tangan. Turki sendiri telah sangat kritis terhadap Israel sejak awal perang Gaza.

Paramedis Tewas

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan 31 paramedis telah tewas bulan ini, setelah ditemukan mayat petugas kesehatan tambahan menyusul serangan semalam yang menurut pihak berwenang menghantam pusat layanan kesehatan di Burj Qalawiya di selatan negara itu, hingga menewaskan dokter, paramedis, dan perawat.

Komite Kesehatan Islam yang berafiliasi dengan Hizbullah mengatakan pusat layanan kesehatan tersebut adalah salah satu fasilitasnya dan berjanji serangan semacam itu tidak akan menghalangi mereka untuk melaksanakan tugas kemanusiaan mereka.

Militer Israel menuduh Hizbullah menggunakan ambulans secara militer, dan juru bicaranya Avichay Adraee memperingatkan bahwa Israel akan bertindak sesuai dengan hukum internasional terhadap aktivitas militer apa pun oleh Hizbullah yang menggunakan fasilitas medis atau ambulans.

Kementerian Kesehatan Lebanon menuduh Israel berulang kali menargetkan kru ambulans saat mereka melakukan tugas penyelamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Lucasfilm Memilih Sutradara...
Luar Negeri
Peringatan dari Para Tokoh ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

26 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.