Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenekraf dan Perwakilan Komunitas ARTPORA Bahas Penguatan Ekosistem Seni Rupa

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 17:16 WIB | Oleh:
Wamenekraf dan Perwakilan Komunitas ARTPORA Bahas Penguatan Ekosistem Seni Rupa Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menerima audiensi perwakilan komunitas seni ARTPORA di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Rabu (11/3).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung penguatan ekosistem seni rupa nasional, termasuk upaya untuk membuka ruang yang lebih luas bagi para perempuan perupa.

Menurut siaran pers kementerian yang dikonfirmasi pada Kamis 912/3), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan perwakilan komunitas seni ARTPORA membahas rencana penyelenggaraan pameran seni rupa yang berfokus pada karya perupa perempuan dalam pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta pada Rabu (11/3).

ARTPORA, wadah kolektif bagi seniman Jakarta yang berupaya memperkuat identitas kota melalui praktik seni rupa, berinisiatif mengadakan Biennale MARWAH untuk menghadirkan ruang dialog kreatif bagi para perempuan perupa.

"Saya senang dengan spiritual aspect yang terdapat dalam konsep Biennale MARWAH. Arti 'Marwah' dalam Bahasa Indonesia seperti ada sentuhan spiritualisme-nya, ada sentuhan Indonesia-nya, ada sentuhan authenticity-nya dan expression-nya dari para wanita ini," kata Irene.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "marwah" merupakan bentuk tidak baku dari "muruah", nomina yang berarti kehormatan diri, harga diri, nama baik.

Biennale MARWAH akan menghadirkan karya-karya seniman perempuan Indonesia yang menyoroti isu identitas, kesetaraan, dan keberanian dalam menyuarakan pengalaman hidup melalui medium seni.

Pameran bertema "Reposisi" yang rencananya dilaksanakan dari 21 Agustus sampai 4 September 2026 di Pos Bloc Jakarta​​​​​ itu akan menampilkan karya sekitar 50 seniman perempuan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif menyebut pameran tersebut memadukan nilai spiritual, identitas kebudayaan, serta ekspresi personal para seniman.​​​​​​​

Seniman Dolorosa Sinaga selaku kurator pameran menjelaskan bahwa MARWAH tidak hanya berbicara mengenai perempuan, tetapi juga nilai kemanusiaan secara lebih luas.

"Pameran ini semacam pernyataan untuk tidak lagi menjadi pameran tahunan, tetapi berkembang menjadi Biennale MARWAH, yakni biennale karya perempuan yang mungkin menjadi salah satu yang pertama di dunia," kata pematung ternama itu.

"Tema Reposisi berarti repositioning ourselves, bagaimana perempuan di Indonesia tidak hanya melihat ke dalam pengalaman pribadi, tetapi juga membuka horizon terhadap isu sosial dan politik," ia menjelaskan.​​​​​​​ Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Data Biometrik SIM Benarkah Mampu Meningkatkan Keamanan

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.