DJKA Uji Coba “Skybridge” Bandung untuk Akses Penumpang Whoosh
📅 Rabu, 11 Mar 2026, 17:30 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mulai melakukan uji coba pengoperasian skybridge Bandung guna meningkatkan aksesibilitas penumpang kereta. Uji coba tersebut dilakukan untuk mendukung mobilitas penumpang Kereta Cepat Whoosh yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Api Feeder.
Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung melaksanakan uji coba tersebut sebagai langkah mengantisipasi potensi kepadatan penumpang. Langkah ini juga dilakukan menjelang masa Angkutan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah yang diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Sebelum adanya uji coba ini, penumpang Kereta Api Feeder masih menggunakan jalur akses yang sama dengan penumpang kereta jarak jauh. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan penumpang di area tertentu ketika volume perjalanan meningkat mendekati periode angkutan Lebaran.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung, Endang Setiawan, menjelaskan bahwa pengoperasian skybridge bertujuan mengatur alur penumpang lebih merata. Dengan adanya jalur penghubung tersebut, mobilitas penumpang menuju layanan Kereta Api Feeder dinilai menjadi lebih dekat serta efisien.
“Uji coba pengoperasian skybridge Bandung ini merupakan wujud dukungan DJKA. Untuk operasional kereta cepat serta untuk meningkatkan layanan transportasi,” ujar Endang di Bandung, Rabu (11/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Endang juga menyampaikan bahwa mulai 10 Maret 2026 aktivitas penumpang Kereta Api Feeder dipindahkan ke Hall Feeder Kereta Cepat. Penumpang KA Feeder diharapkan menyesuaikan penggunaan akses naik turun serta ruang tunggu penumpang sesuai pengaturan terbaru.
“Untuk penumpang KA Feeder diharapkan dapat menyesuaikan akses naik turun serta ruang tunggu penumpang kedepannya. Serta tidak datang ke stasiun terlalu dekat dengan waktu keberangkatan kereta,” ucap dia.
Ia menambahkan bahwa uji coba pengoperasian skybridge akan menjadi bahan evaluasi dalam menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menegaskan komitmen untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta mewujudkan sistem transportasi kereta yang inklusif bagi masyarakat. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!