Hotel De Djokja Tawarkan Menginap di Kamar Panglima Besar Jenderal Sudirman
📅 Selasa, 10 Mar 2026, 06:11 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
YOGYAKARTA – Saat bergerilya, Panglima Besar Jenderal Sudirman pernah menginap di Hotel De Djogja. Saat ini masyarakat bisa menginap di kamar yang pernah digunakan Panglima Besar tersebut. InJourney atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia lewat InJourney Hospitality menghidupkan kembali nama Grand Hotel De Djokja sebagai bagian dari penguatan lini Heritage Collection sekaligus upaya menghadirkan pengalaman menginap berbasis sejarah di kawasan Malioboro, Yogyakarta.
“Kami mengembalikan nama Grand Hotel De Djokja sebagai bentuk pelestarian sejarah. Hotel ini telah melalui berbagai fase perjalanan bangsa,” ujar Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat dalam konferensi pers di Gedung Sarinah, Senin. Ia menyampaikan hotel tersebut akan melakukan pembukaan pada 16 Maret 2026 dengan mengembalikan identitas awalnya saat pertama berdiri pada 1911.
Hotel tersebut sempat berganti nama beberapa kali, jelas Christine, mulai dari Hotel Asahi pada masa pendudukan Jepang, Hotel Merdeka, Hotel Garuda, Natour Garuda, Ina Garuda, hingga terakhir dikenal sebagai Grand Inna Malioboro sebelum dilakukan revitalisasi. Menurut dia, transformasi ini tidak hanya menyasar aspek fisik bangunan saja, tetapi juga narasi sejarah yang ingin dihadirkan kepada tamu.
Manajemen menyiapkan buku berjudul “Melihat Indonesia dari Jendela Kamar Hotel” yang menceritakan perjalanan hotel sejak 1911 hingga saat ini dan akan tersedia di setiap kamar. Hotel ini memiliki total 210 kamar, terdiri atas 16 kamar heritage yang mempertahankan karakter arsitektur lama dan sisanya berada di bangunan menara.
Salah satu kamar dinamai Sudirman Suite sebagai bentuk penghormatan terhadap Jenderal Sudirman yang pernah menggunakan kamar di hotel tersebut dan juga terdapat meja kerja Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain fasilitas kamar, Grand Hotel De Djokja dilengkapi ruang serbaguna (ballroom) berkapasitas sekitar 800 hingga 900 orang, 18 ruang pertemuan, restoran all day dining, serta restoran Rosso yang tengah dalam tahap penyelesaian. Christine mengatakan konsep yang diusung menempatkan hotel sebagai akomodasi sekaligus sebagai ruang belajar sejarah dan refleksi bagi generasi muda.
“Kami ingin tamu tidak hanya menginap, tetapi juga memahami perjalanan panjang hotel ini dalam konteks sejarah Indonesia,” katanya. Pada periode pembukaan, tarif kamar ditawarkan mulai Rp1.911.000 per malam, menyesuaikan dengan tahun berdirinya hotel tersebut.
Grand Hotel De Djokja menjadi bagian dari strategi InJourney Hospitality dalam membangun diferensiasi merek melalui Heritage Collection, yang menekankan pelestarian bangunan bersejarah serta penguatan identitas lokal di tengah persaingan industri perhotelan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!