Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Serang: Sebanyak 84 Jiwa Masih Mengungsi akibat Banjir

📅 Senin, 09 Mar 2026, 12:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Serang: Sebanyak 84 Jiwa Masih Mengungsi akibat Banjir Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah rumah terendam banjir di Kroya Indah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Senin (9/3/2026).

SERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, melaporkan sebanyak 84 jiwa masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Kasemen.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan di Serang, Senin(09/3), menyebutkan hingga hari ini total warga terdampak bencana hidrometeorologi mencapai 6.763 jiwa atau 2.223 Kepala Keluarga (KK).

"Kondisi terkini menunjukkan tren surut di beberapa titik, seperti di Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya. Namun di Kecamatan Kasemen, air masih menggenangi pemukiman dengan ketinggian yang cukup bervariasi," ujar Diat.

Berdasarkan data BPBD, wilayah terparah berada di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, dengan ketinggian air mencapai 100 centimeter. Hal ini menyebabkan 22 KK atau 84 jiwa terpaksa mengungsi ke tenda darurat yang telah didirikan oleh petugas.

Selain pemukiman warga, banjir juga merendam fasilitas publik penting seperti Puskesmas Kasemen dan Pondok Pesantren Mirbath Syaja'ah Al Akhyar. Secara keseluruhan, kata dia, tercatat 20 titik kejadian banjir yang merendam sedikitnya 528 rumah warga di empat kecamatan.

"Selain banjir, cuaca ekstrem juga mengakibatkan empat unit rumah warga roboh di Kecamatan Serang dan Walantaka. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian dapur dan ruang tamu akibat hujan deras disertai angin kencang," ucap Diat.

Saat ini personel BPBD Kota Serang masih disiagakan di lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, pemantauan debit air, serta pendataan lanjutan. Meskipun cuaca terpantau hujan dengan intensitas ringan, petugas tetap mewaspadai potensi kenaikan air sungai.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta saluran Call Center BPBD Kota Serang guna mengantisipasi dampak bencana lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.