Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Kucurkan 100 Miliar Yuan intui Subsidi Penitipan Anak

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 23:59 WIB | Oleh:
Tiongkok Kucurkan 100 Miliar Yuan intui Subsidi Penitipan Anak Doc: AFP/Nicolas Asfouri

BEIJING - Tiongkok alokasikan lebih 100 miliar Yuan untuk subsidi penitipan anak. Program subsidi nasional yang diluncurkan pada 2025 tersebut memberikan subsidi sebesar 300 yuan per bulan untuk setiap anak berusia di bawah tiga tahun.

Otoritas fiskal di semua tingkatan di seluruh negara itu telah mengalokasikan dana untuk subsidi tersebut, termasuk lebih dari 90 miliar yuan dari pemerintah pusat, kata Lei Haichao, kepala Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) Tiongkok, dalam konferensi pers di sela-sela sesi tahunan badan legislatif tertinggi Tiongkok.

Lebih dari 33 juta anak yang memenuhi syarat sejauh ini telah tercakup dalam program tersebut, kata Lei, seraya menambahkan bahwa pembayaran itu membantu keluarga membesarkan anak-anak mereka serta mendukung perkembangan sehat mereka.

Masyarakat ramah kelahiran menjadi aspek kunci dalam draf garis besar Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), yang saat ini tengah dikaji dalam sesi legislatif yang sedang berlangsung.

"Periode Rencana Lima Tahun ke-15 merupakan tahap krusial bagi perkembangan kependudukan Tiongkok," kata He Dan, kepala Pusat Penelitian Kependudukan dan Pembangunan Tiongkok di bawah Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok.

Dia menambahkan negara itu akan mengambil langkah-langkah sistematis, mulai dari perencanaan dan pendanaan hingga perumusan kebijakan, untuk secara efektif meningkatkan keinginan masyarakat memiliki anak.

Selain subsidi langsung, berbagai langkah sedang dilakukan untuk mendorong perkembangan populasi negara itu.

"Dalam setahun terakhir saja, 890.000 slot penitipan anak berbasis kepentingan publik telah ditambahkan, sehingga totalnya menjadi 6,6 juta," kata Lei, menyebut ekspansi itu sebagai dukungan kebijakan yang penting.

Sementara itu, cuti melahirkan di Tiongkok secara umum telah diperpanjang menjadi lebih dari 158 hari, disertai cuti ayah bagi pasangan serta cuti orang tua, sehingga para ibu baru merasa semakin didukung.

Draf besar tersebut menyerukan perluasan cakupan asuransi melahirkan, penerapan penuh kebijakan cuti melahirkan, serta penguatan layanan penitipan anak, menurut Liu Dechun, seorang pejabat Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) Tiongkok.

Draf itu juga bertujuan meningkatkan angka pendaftaran anak di bawah usia tiga tahun sebesar 6 poin persentase, dengan mendukung integrasi layanan penitipan anak dan taman kanak-kanak serta program penitipan anak berbasis kepentingan publik yang beragam, kata Liu dalam konferensi pers lain pada Sabtu (7/3). Ant/Xinhua

"Membangun masyarakat ramah kelahiran merupakan tugas yang sistematis," kata Yang Fan, associate dean di Fakultas Kependudukan dan Kesehatan Universitas Renmin China, seraya menyebut bahwa kunci dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 adalah mengubah kebijakan yang terfragmentasi menjadi sistem yang terintegrasi, sehingga menciptakan dukungan yang mencakup seluruh siklus kehidupan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.