Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Muslimat NU Dukung Larangan Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 10:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muslimat NU Dukung Larangan Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Doc: Biro Adpim Jatim
Ket. Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Penutupan Pesantren Anak Ramadhan PP Muslimat NU di Jakarta, Sabtu (7/3/2026)

SURABAYA - Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mendukung kebijakan Menteri Komunikasi dan Digital yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun secara nasional melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

"Kita menyampaikan terima kasih kepada Ibu Menkomdigi. Karena sudah mengeluarkan keputusan bahwa mulai tanggal 26 Maret, anak-anak di bawah 16 tahun sudah dilarang mengakses media sosial," kata Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.

Khofifah menilai kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan.

Menurutnya, penggunaan gawai tanpa pengawasan berpotensi menimbulkan kecanduan yang dapat memengaruhi kesehatan mental serta perkembangan anak.

Ia juga menegaskan tidak semua orang tua dapat memantau aktivitas digital anak-anaknya secara terus-menerus. Karena itu, kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga tumbuh kembang generasi muda.

Sementara itu, Khofifah saat hadir pada Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Penutupan Pesantren Anak Ramadhan PP Muslimat NU di Jakarta, Sabtu (7/3) menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai pilar pergerakan perempuan Nahdliyin dalam menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa keberadaan Muslimat NU yang tersebar hingga pelosok desa bahkan di berbagai negara menunjukkan besarnya kontribusi organisasi tersebut dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Mudah-mudahan semuanya menjadi amal ibadah kita dan menjadi jariyah kita. Bahwa ada organisasi yang bernama Muslimat Nahdlatul Ulama yang anggotanya ada di mana-mana, di pelosok desa, di gunung-gunung, bahkan juga di Jerman, Mesir, Jepang, dan berbagai negara lainnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut Khofifah menegaskan bahwa peran Muslimat NU tidak hanya berkontribusi bagi bangsa dan negara, tetapi juga dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan keberkahan bagi seluruh umat manusia.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Arifah Fauzi yang juga menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyampaikan apresiasi atas gagasan dan pengabdian Khofifah dalam berbagai program pemberdayaan perempuan dan anak.

"Jika biasanya kita lihat kegiatan Pesantren Ramadhan buat anak-anak, ini adalah ide dari Ibu Khofifah yang kemudian kami sampaikan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, kemudian di-support oleh enam kementerian dan Menko PMK," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Timnas Italia Bangkit, Takl...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...

Penataan dan Penertiban Kabel Utilitas di Jakarta

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.