DPRD DKI Mengimbau Pengelola Dapur MBG: Harus Amanah, Jangan Salah Kirim Menu ke Anak

Minggu, 08 Mar 2026, 13:30 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengingatkan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan tugas secara amanah dan profesional. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan sekaligus memastikan distribusi kepada penerima manfaat berjalan tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Wibi setelah menghadiri peresmian dapur SPPG yang dibangun oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) DKI Jakarta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia menilai keberadaan dapur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ket. Foto: Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengingatkan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan tugas secara amanah dan profesional. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan sekaligus memastikan distribusi kepada penerima manfaat berjalan tepat sasaran. — Sumber: DPRD DKI Jakarta

Menurut Wibi, pengelolaan dapur MBG harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Hal itu diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pengolahan maupun distribusi makanan kepada anak-anak penerima manfaat.

Ia berharap yayasan atau lembaga yang telah membangun dapur MBG dapat menjalankan tugas dengan komitmen yang kuat. Dengan demikian, program penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak dapat berjalan optimal.

"Sehingga tidak ada kesalahan dalam pengiriman menu makanan kepada anak-anak," ujar Wibi.

Wibi menambahkan pengawasan kualitas atau quality control perlu menjadi perhatian utama dalam operasional dapur MBG. Standar pengawasan yang baik dinilai penting agar kualitas makanan tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, Jakarta memiliki tingkat aktivitas media sosial yang sangat tinggi sehingga pelayanan publik mudah menjadi sorotan masyarakat. Karena itu, setiap dapur MBG perlu memastikan seluruh proses berjalan dengan standar yang baik.

"Dengan QC yang tinggi di setiap dapur MBG yang berdiri di DKI Jakarta, mudah-mudahan tidak ada masalah," kata Wibi.

Selain menjaga kualitas layanan, Wibi juga berharap jumlah dapur SPPG di Jakarta dapat terus bertambah. Dengan semakin banyak dapur yang beroperasi, cakupan penerima manfaat Program MBG diharapkan semakin luas.

Ia mengungkapkan banyak masyarakat yang menanyakan kapan anak-anak mereka bisa menikmati program tersebut. Pertanyaan tersebut sering muncul saat dirinya melakukan kegiatan reses dan bertemu langsung dengan warga.

"Ketika kami turun reses menemui masyarakat, banyak orang tua bertanya kapan anak-anak mereka bisa mendapat MBG. Artinya dapur-dapur ini harus terus bertumbuh di Jakarta," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan dunia usaha siap mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai salah satu program strategis pemerintah. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Indonesia.

"Makanan bergizi gratis ini program strategis pemerintah. Dunia usaha tentu harus bersama-sama mendukung karena ini investasi jangka panjang bagi generasi Indonesia," kata Anindya.

Senada dengan itu, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi menyatakan pembangunan dapur SPPG merupakan bentuk kontribusi dunia usaha dalam mendukung program pemerintah. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun sistem yang kuat, inklusif, dan berdaya saing bagi Indonesia," tandas Diana.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.