Pembangunan Harus Menghormati Nilai Adat
📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jayapura - Wali Kota Jayapura, Papua Abisai Rollo mengatakan pembangunan di wilayah setempat harus tetap menghormati nilai-nilai adat sekaligus menjaga identitas masyarakat asli yang diwariskan secara turun-temurun.
"Sebelum dinamai Jayapura, wilayah ini telah dikenal oleh masyarakat adat sebagai Port Numbay, tanah leluhur yang kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal," katanya di sela upacara peringatan HUT ke-116 Kota Jayapura di Jayapura, Sabtu.
Menurut Rollo, Port Numbay bukan sekadar wilayah geografis tetapi juga identitas masyarakat asli yang diwariskan secara turun-temurun dengan demikian pembangunan kota harus tetap menghormati nilai-nilai adat.
"Tanah ini mengajarkan kita tentang keseimbangan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam," ujarnya.
Dia menjelaskan daerah ini pertama kali didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 7 Maret 1910 dengan nama Hollandia kemudian mengalami perubahan nama menjadi Sukarnopura.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 resmi bernama Jayapura yang berarti Kota Kemenangan.
"Jayapura bukan sekadar nama melainkan simbol harapan, perjuangan, serta kemenangan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman," katanya lagi.
Dia menambahkan pada usia ke-116 tahun, Kota Jayapura telah berkembang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan jasa di kawasan timur Indonesia. Ia menilai kemajuan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jayapura adalah rumah bersama bagi berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya yang hidup berdampingan. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi," ujarnya.
Dia mengatakan Pemerintah Kota Jayapura akan terus memperkuat pemberdayaan masyarakat asli Papua, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!