RI Diminta Jaga Industri dari Dampak Geopolitik
📅 Jumat, 06 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiIa menilai perang tidak pernah menguntungkan masyarakat kecil karena dampaknya dirasakan langsung oleh pedagang, perajin, hingga buruh.
Menurut dia, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret karena konflik di Timur Tengah berpotensi mengguncang fondasi industri nasional, terutama karena ketergantungan terhadap bahan baku impor.
Ia menyebut sekitar 90 persen bahan mentah industri manufaktur nasional masih berasal dari impor, dengan sekitar 30 persen di antaranya bergantung pada Tiongkok.
Selain itu, data Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor bahan baku pada Januari–Juli 2023 mencapai 93,97 miliar dollar AS atau sekitar 73,25 persen dari total impor nasional. Industri tekstil nasional juga masih mengimpor monoetilen glikol (MEG) hingga 85 persen dari kawasan Timur Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!