Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Diminta Jaga Industri dari Dampak Geopolitik

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Diminta Jaga Industri dari Dampak Geopolitik Doc: istimewa
Ket. Agus Gumiwang K Menteri Perindustrian - Jika harga energi global meningkat dalam jangka waktu yang panjang, maka biaya produksi industri manufaktur juga berpotensi naik.

Kenaikan harga energi global akan berdampak langsung pada industri manufaktur karena energi menjadi komponen utama biaya produksi di berbagai sektor.

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat ketahanan industri nasional untuk mengantisipasi potensi dampak eskalasi konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terhadap kinerja manufaktur dan ekonomi Indonesia.

Seperti dikutip dari Antara, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi memicu volatilitas harga energi global, gangguan jalur perdagangan internasional, serta peningkatan biaya logistik dan bahan baku industri.

“Kami terus memonitor perkembangan konflik di Timur Tengah karena kawasan tersebut salah satu pusat energi dunia dan jalur logistik global yang sangat penting. Setiap eskalasi konflik tentu berpotensi memengaruhi harga energi, kelancaran rantai pasok bahan baku industri, serta biaya logistik yang digunakan oleh sektor manufaktur,” kata Agus di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut dia, salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap sektor industri adalah potensi gangguan distribusi energi global, terutama jika terjadi penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur tersebut.

“Jika harga energi global meningkat dalam jangka waktu yang panjang, maka biaya produksi industri manufaktur juga berpotensi naik. Hal ini tentu dapat memengaruhi efisiensi produksi serta daya saing produk industri di pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya.

Selain energi, konflik geopolitik juga berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan baku industri yang berasal dari pasar global. Beberapa sektor industri di Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor, seperti industri kimia, petrokimia, tekstil, logam, hingga makanan dan minuman.

Gangguan jalur perdagangan internasional juga berpotensi memengaruhi kinerja ekspor manufaktur karena konflik geopolitik biasanya memicu volatilitas pasar global.

Meski demikian, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan industri nasional, antara lain melalui penguatan struktur industri hulu, peningkatan penggunaan bahan baku dalam negeri, serta diversifikasi pasar ekspor.

“Penguatan industri hulu dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri menjadi sangat penting agar industri manufaktur Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan global yang rentan terhadap gejolak geopolitik,” jelas Agus.

Pemerintah juga mendorong peningkatan efisiensi energi di sektor industri serta percepatan transformasi menuju industri hijau guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang harganya sangat dipengaruhi dinamika geopolitik.

Masyarakat Kecil

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Kaisar Abu Hanifah meminta pemerintah melindungi perekonomian masyarakat kecil di tengah potensi dampak konflik Timur Tengah.

"Ini bukan sekadar urusan geopolitik yang jauh dari kita. Ketika Selat Hormuz bergejolak, industri kita ikut berguncang," kata Kaisar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.