Asosiasi Pasar Emas Indonesia Ditargetkan Lahir Juni 2026
📅 Jumat, 06 Mar 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Shutterstockpri
JAKARTA – Pembentukan Asosiasi Pasar Emas Indonesia dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola dan ekosistem perdagangan emas di dalam negeri.
Selama ini, aktivitas pasar emas melibatkan banyak pelaku, mulai dari produsen, pedagang, lembaga keuangan, hingga investor ritel.
Kehadiran sebuah asosiasi dapat menjadi wadah bersama untuk menyatukan kepentingan, sekaligus mendorong standar praktik yang lebih transparan dan terkoordinasi.
Dengan adanya organisasi seperti Asosiasi Pasar Emas Indonesia, komunikasi antara pelaku industri dan regulator juga berpotensi menjadi lebih efektif.
Asosiasi dapat berperan sebagai jembatan dalam menyampaikan aspirasi pelaku usaha, sekaligus membantu merumuskan standar, edukasi pasar, hingga penguatan kepercayaan publik terhadap perdagangan emas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam jangka panjang, langkah ini bisa membantu pasar emas nasional berkembang lebih sehat, terstruktur, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan Asosiasi Pasar Emas Indonesia atau Indonesia Bullion Market Association (IBMA) ditargetkan terbentuk pada Juni 2026.
Damar di Jakarta, Jumat (6/3), menyebutkan target tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam diskusi kelompok terpumpun (FGD) yang melibatkan 11 perusahaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perusahaan tersebut antara lain Pegadaian, AMMAN, ICDX Group, Hartadinata Abadi, Sentral Kreasi Kencana, Lakuemas, Brinks, UBS Gold, Central Mega Kencana, Galeri 24, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
"Kami berkomitmen untuk membentuk lembaga ataupun asosiasi Indonesia Bullion Market Association dan InsyaAllah nanti bulan Juni kita bisa sahkan dan kita bisa resmikan," ujar Damar.
IBMA nantinya menjadi wadah bagi para pelaku industri emas di Indonesia untuk mendorong terciptanya ekosistem perdagangan emas yang terstandarisasi, aman dan diakui secara internasional.
Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan jumlah nasabah bank emas (bullion bank) mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir, dari 3,2 juta orang pada Februari 2025 menjadi 5,7 juta orang saat ini.
Sebagaimana diketahui, layanan bank emas resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.
Saat itu, Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi dua lembaga keuangan pertama yang memperoleh izin untuk menjalankan layanan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!