Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG: Musim Kemarau Mulai April dan akan Berlangsung Lebih Lama

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 17:40 WIB | Oleh:
BMKG: Musim Kemarau Mulai April dan akan Berlangsung Lebih Lama Doc: YouTube/BMKG
Ket. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani (tengah)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau 2026 di Indonesia mulai terjadi pada April. Sebagian wilayah diperkirakan mengalami musim kemarau yang berlangsung lebih lama dari biasanya.

‎Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengatakan awal musim kemarau terjadi di sejumlah wilayah. Tercatat sekitar 114 zona musim atau 16,3 persen dari total 699 zona musim mulai memasuki kemarau pada April.

“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April. Jumlahnya sekitar 114 zona musim atau 16,3 persen dari seluruh zona musim di Indonesia,” ujar dia dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (4/3).

‎Ia menjelaskan, awal musim kemarau umumnya dimulai dari wilayah Nusa Tenggara. Kondisi tersebut kemudian bergerak ke arah barat secara bertahap menuju wilayah lain di Indonesia.

‎"Berdasarkan analisis BMKG, sebagian wilayah bahkan diperkirakan mengalami kemarau lebih awal dari biasanya. Tercatat sekitar 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih cepat," kata dia.‎

Menurut dia, selama periode tersebut, curah hujan di banyak wilayah diperkirakan berada pada kategori kering. Kondisi ini menunjukkan potensi berkurangnya intensitas hujan selama musim kemarau berlangsung.

“Akumulasi curah hujan pada musim kemarau diprediksi berada pada kategori bawah normal. Sekitar 451 zona musim atau 64,5 persen wilayah diperkirakan lebih kering dari biasanya,” kata dia.

‎BMKG memprakirakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah terjadi pada Agustus 2026. Kondisi tersebut diperkirakan memengaruhi sejumlah sektor yang berkaitan dengan iklim.

‎Selain itu, lanjut Faisal, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal. Sekitar 400 zona musim atau 57,2 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih lama. ‎

”Musim kemarau tahun 2026 diprediksi lebih panjang dari kondisi normal. Hal ini perlu menjadi perhatian berbagai pihak,” ujar dia.

‎Ia berharap, informasi prakiraan musim kemarau ini menjadi acuan bagi pemangku kebijakan. Data tersebut dapat digunakan untuk merencanakan langkah mitigasi dan antisipasi dampak iklim.

‎Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan, awal musim kemarau berkaitan dengan peralihan angin monsun Asia menuju monsun Australia. Pergeseran pola angin tersebut memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.

‎Sementara, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi sejumlah sektor yang berkaitan dengan iklim. ‎

‎BMKG juga memprediksi sebagian wilayah akan mengalami musim kemarau lebih panjang dibanding kondisi normal. Sekitar 400 zona musim atau 57,2 persen wilayah diperkirakan mengalami kemarau lebih lama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.