Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Distan Kota Mataram Pastikan Stok Daging Sapi Aman hingga Lebaran 2026

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Distan Kota Mataram Pastikan Stok Daging Sapi Aman hingga Lebaran 2026 Doc: ANTARA
Ket. Stok daging sapi segar di salah satu pasar tradisional di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Dinas Pertanian Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan stok daging sapi segar untuk kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026  aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Karena itu, masyarakat jangan panik 'buying' dan tidak melakukan pembelian daging secara berlebihan," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Sabtu.

Berdasarkan data, populasi sapi di peternak di Kota Mataram tercatat sekitar 1.048 ekor. Untuk membantu memenuhi kebutuhan, sapi yang dipotong pada dua rumah potong hewan (RPH) yang ada di Kota Mataram, berasal dari peternak kabupaten/kota penyangga di Pulau Lombok termasuk dari Pulau Sumbawa.

Bahkan hampir setiap hari pihak Dinas Pertanian menandatangani rekomendasi untuk pemasukan dan pemotongan ternak dari Pulau Sumbawa.

"Karena itu, masyarakat jangan khawatir akan kekurangan stok daging sapi segar," katanya.

Meskipun sejak H-1 Ramadhan 1447 Hijriah terjadi peningkatan pemotongan sapi di dua RPH yakni di RPH Majeluk dan Sekarbela, namun sejauh ini kondisinya masih aman.

Kenaikan pemotongan sapi di dua RPH Kota Mataram mencapai 4-6 ekor per hari, kondisi itu terjadi karena animo masyarakat membeli daging sapi untuk kebutuhan menu berbuka dan sahur meningkat.

Biasanya pemotongan sapi di dua RPH Kota Mataram mencapai 60-70 ekor per hari namun kini naik menjadi 66-74 ekor per hari.

Pada hari normal, satu RPH memotong sapi sekitar 30 ekor hingga 35 ekor per hari.

"Tapi sejak H-1 Ramadhan, sampai hari ini terjadi kenaikan pemotongan setiap hari masing-masing 2-3 ekor," katanya.

Peningkatan pemotongan ternak sapi tersebut dinilai masih wajar dan kenaikan signifikan biasanya akan terjadi pada H-1 Idul Fitri, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan merayakan hari kemenangan. Jumlah pemotongan pada dua RPH bisa mencapai 100 ekor sampai 140 ekor.

"Pada H-1 Idul Fitri, masing-masing RPH bisa memotong sapi 50 ekor hingga 70 ekor. Jadi masyarakat jangan panik, sebab stok kami aman," katanya.

Di sisi lain, Johari mengatakan harga daging yang beredar saat ini dinilai masih relatif stabil dengan kenaikan maksimal sekitar Rp10.000.

Untuk harga sejauh ini dinilai masih stabil meskipun ada fluktuasi dan kenaikan namun dianggap wajar dan masih dalam batas normal mengingat tingginya permintaan pasar selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.