Polda Banten Bongkar Dugaan TPPO Bermodus MiChat di Serang, Korban Dijanjikan Gaji Rp10 Juta
Jumat, 27 Feb 2026, 23:30 WIBSerang - Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus perekrutan dan penawaran pekerja seks komersial secara daring melalui aplikasi MiChat di Kabupaten Serang.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy mengatakan para pelaku diduga merekrut, menampung, dan menawarkan korban melalui aplikasi percakapan untuk memperoleh keuntungan.
âModus yang digunakan pelaku adalah merekrut, menampung, dan menawarkan para korban melalui aplikasi MiChat kepada pelanggan. Dari hasil penyelidikan, para korban dijanjikan gaji berkisar antara Rp9 juta hingga Rp10 juta per bulan,â ujar Irene Missy dalam keterangannya di Kota Serang, Jumat (27/2).
Kasus tersebut terungkap pada Senin (16/2) sekitar pukul 01.00 WIB di sebuah rumah kost di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas perekrutan dan penampungan perempuan untuk ditawarkan kepada pelanggan.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua terduga pelaku, yakni seorang laki-laki berinisial AB (27) dan seorang perempuan berinisial FT (26). Selain itu, petugas mengidentifikasi tiga perempuan yang diduga menjadi korban dan ditempatkan di lokasi tersebut.
Dari lokasi kejadian, penyidik menyita barang bukti berupa satu unit telepon genggam milik pelaku, uang tunai Rp9.850.000, enam kotak alat kontrasepsi, satu gel pelumas, serta tangkapan layar percakapan yang berkaitan dengan aktivitas perekrutan dan penawaran korban.
Irene menegaskan pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami kemungkinan adanya jaringan lain dan korban tambahan dalam kasus tersebut.
âSaat ini pelaku dan korban masih dalam proses pemeriksaan di Unit II Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten. Kami akan terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain serta memastikan perlindungan terhadap para korban,â katanya.
Ia menambahkan, pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mencegah dan memberantas TPPO, termasuk yang memanfaatkan platform digital sebagai sarana eksploitasi.
Polda Banten juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan dugaan praktik perdagangan orang atau bentuk eksploitasi lainnya kepada aparat penegak hukum.
âKami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya praktik perdagangan orang. Peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPPO,â ujar Irene.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gresik Phonska Plus ke Grand Final, Tanpa Pemain Asing Tetap Bisa Permalukan Tim Inti Electric PLN
-
Ledakan Permintaan: Kopi Pekalongan Tembus Pasar Eropa dengan Volume Fantastis
-
LA Lakers Tumbangkan Brooklyn Nets 116-99
-
Perintah Trump: Tembak dan Hancurkan Setiap Kapal Pemasang Ranjau Iran!
-
Skandal TPPO di Banten: Rekrut Perempuan, Layani 10 Pria Sehari, Tarif hingga Rp500 Ribu
-
Menteri PPPA Dorong Perempuan Desa untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
-
Ramadhan Tanpa Drama, Kelola Operasional Usaha Dengan Moka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.