Ledakan Permintaan: Kopi Pekalongan Tembus Pasar Eropa dengan Volume Fantastis

Jumat, 01 Mei 2026, 06:40 WIB

PEKALONGAN – Mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi kreatif pada sektor perkebunan kopi menunjukkan pergeseran dari sekadar produksi komoditas menuju penciptaan nilai tambah berbasis kreativitas.

Tidak hanya menjual biji mentah, pelaku usaha didorong mengembangkan produk turunan, branding lokal, hingga pengalaman wisata kopi yang meningkatkan daya saing.

Ket. Foto: Petani memanen biji kopi Robusta saat masa akhir musim panen di Desa Kayupuring, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA/ Harviyan Perdana Putra.

Pendekatan ini membuka peluang pendapatan lebih tinggi bagi petani sekaligus memperkuat posisi dalam rantai nilai.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada peningkatan kualitas, akses pasar, serta kemampuan inovasi agar produk kopi mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi kreatif pada sektor perkebunan kopi sebagai upaya memperluas potensi pasar salah satunya ke Eropa dengan kebutuhan 250 ribu sachet per bulan.

Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman di Pekalongan, Kamis (30/4), mengatakan bahwa petani saat ini menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim yang ekstrem yang dapat menyebabkan potensi gagal panen mencapai 45-50 persen.

"Selain faktor alam, keterbatasan infrastruktur pengolahan pasca panen seperti alat roasting dan grinder yang representatif menjadi kendala utama dalam meningkatkan nilai jual kopi," katanya.

Ia mengatakan sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan ekonomi kreatif ini pihaknya bekerjasama dengan Perwakilan Bank Indonesia Tegal dan Mercy Corps Indonesia membuka sekolah lapang iklim kopi.

Sinergi lintas sektoral ini, kata dia, sebagai upaya mendukung arahan pemerintah pusat untuk mengembangkan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Ia menyoroti pentingnya keterlibatan akademisi dari perguruan tinggi untuk memberikan data objektif guna mendukung kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

"Kami tidak ingin pembangunan hanya berdasarkan imajinasi tetapi harus berlandaskan data. Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Mercy Corps, kita akan mendorong sekolah lapangan dan pelatihan teknis bagi petani dengan tujuan mereka tidak hanya menjual biji mentah tapi mampu mengolahnya sendiri dengan standar internasional," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan sekolah lapang ini diinisiasi akibat adanya penurunan produktivitas kopi di Desa Sengare dan Desa Jolotigo Kecamatan Talun.

Penurunan ini, kata dia, dipicu oleh dua faktor utama yaitu anomali cuaca yang mengganggu masa tanam dan panen, serta teknis budidaya yang masih rendah seperti kebiasaan "petik pelangi" (memanen buah yang belum matang sempurna).

"Potensi pasar kopi sebenarnya terbuka lebar. Saat ini ada permintaan ekspor besar ke pasar Eropa termasuk kebutuhan kopi olahan sebanyak 250.000 sachet per bulan," katanya.

  • kopi pekalongan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.