Perintah Trump: Tembak dan Hancurkan Setiap Kapal Pemasang Ranjau Iran!

Jumat, 24 Apr 2026, 06:40 WIB

ISTANBUL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran Angkatan Laut AS untuk melakukan tindakan destruktif terhadap setiap kapal kecil yang terdeteksi memasang ranjau di Selat Hormuz.

Melalui pernyataan di platform Truth Social pada Kamis (23/4), Trump menegaskan tidak boleh ada keraguan dalam pelaksanaan perintah tembak di tempat demi menjaga keamanan jalur transit energi dunia tersebut. 

Ket. Foto: Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada anggota pers sebelum keberangkatannya dari Gedung Putih menuju Corpus Christi, Texas pada 27 Februari 2026, di Washington D.C., Amerika Serikat. — Sumber: ANTARA/Celal Güneş/Anadolu

Meski saat ini status gencatan senjata dengan Iran masih diperpanjang, Trump mengklaim bahwa sebagian besar kekuatan laut Iran telah dihancurkan, namun sisa-sisa ancaman berupa ranjau berteknologi GPS masih menjadi hambatan serius yang memaksa AS memperketat blokade perairan secara total.

"Saya telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di perairan itu," kata Trump di platform Truth Social.

Dia meminta tidak boleh ada keraguan bagi tentara AS dalam melaksanakan perintah tersebut.

Trump juga mengeklaim seluruh pasukan Angkatan Laut Iran, yang terdiri atas 159 kapal, berada di dasar laut dan setiap kapal di antaranya memasang ranjau adalah kapal-kapal kecil.

Dia juga menginstruksikan peningkatan penyapuan ranjau tiga kali lipat lebih kuat untuk membersihkan jalur transit yang secara efektif "diganggu" Iran setelah dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu.

Perintah tersebut dikeluarkan di tengah gencatan senjata AS dengan Iran yang diperpanjang Trump tanpa batas waktu pada Selasa (21/4) di tengah negosiasi yang macet.

Pentagon mengatakan kepada Kongres bahwa pembersihan Selat Hormuz dari ranjau secara penuh dapat memakan waktu hingga enam bulan, menurut laporan Washington Post.

Para anggota parlemen diberitahu bahwa Iran mungkin telah menempatkan 20 ranjau atau lebih di dalam dan di sekitar jalur air tersebut. Beberapa di antaranya dipasang jarak jauh dengan menggunakan teknologi GPS, sehingga deteksi menjadi jauh lebih sulit, menurut laporan tersebut.​​​​​​

Perdebatan tentang ranjau di Selat Hormuz itu bukanlah hal baru. Trump menyatakan Iran telah atau sedang menyingkirkan ranjau tersebut dan sebagian besar "penebar ranjau" Iran telah dihancurkan dalam serangan AS.

Namun demikian, Iran membantah telah menempatkan ranjau di jalur air tersebut. Iran menyebut tuduhan itu sebagai propaganda Amerika, meskipun media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan peta jalur aman di daerah tersebut.

Diberitakan secara terpisah, Trump mengeklaim Iran sedang mengalami konflik intens di internal negaranya antara kelompok garis keras, yang menurutnya kalah telak di medan perang, dengan kelompok moderat, yang tidak terlalu moderat tetapi mendapat rasa hormat.

"Iran sedang mengalami kesulitan besar untuk menentukan siapa pemimpin mereka," kata Trump.

Dia menegaskan AS mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz dan tidak akan ada kapal yang dapat melintasi selat itu tanpa persetujuan Angkatan Laut AS. Dia menggambarkan Selat Hormuz sebagai wilayah perairan yang tertutup rapat sampai Iran mampu mencapai kesepakatan.

Pasukan AS telah meminta 31 kapal untuk berbalik arah kembali ke pelabuhan asal sebagai bagian dari blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Angkatan Laut AS, demikian menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), Kamis.

  • donald trump
  • blokade laut
  • selat hormuz
  • konflik as iran
  • angkatan laut as
  • ranjau laut

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.