- Home
-
- Luar Negeri
-
- Yen Melemah, Jepang-AS Kom...
Yen Melemah, Jepang-AS Komit Jaga Stabilitas Kurs
Selasa, 12 Mei 2026, 19:38 WIBTOKYO - Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan Jepang dan Amerika Serikat sepakat memperkuat koordinasi terkait pergerakan pasar mata uang setelah intervensi Tokyo untuk menahan pelemahan yen terhadap dolar AS.
âKami berkoordinasi baik terkait pergerakan mata uang terbaru di tengah konflik Timur Tengah," kata Katayama kepada wartawan setelah bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Tokyo, Selasa (12/5).
Bessent juga menulis di platform X bahwa komunikasi dan koordinasi kedua negara dalam menangani volatilitas berlebihan di pasar mata uang tetap berlangsung intensif dan kuat.
Menteri Keuangan AS itu berada di Tokyo menjelang pertemuan dua hari Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing mulai Kamis (14/5) mendatang.
Ketidakstabilan di Timur Tengah mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman, sehingga otoritas Jepang melakukan intervensi pada 30 April untuk menahan pelemahan yen ke level atas 160 per dolar, kata sumber pemerintah.
Katayama mengatakan Jepang dan AS sepakat berkoordinasi berdasarkan pernyataan bersama September lalu, yang menegaskan intervensi pasar hanya dilakukan untuk mengatasi volatilitas dan pelemahan atau penguatan mata uang yang tidak teratur.
Pelemahan yen menguntungkan eksportir Jepang karena meningkatkan nilai laba luar negeri saat dipulangkan. Namun, depresiasi berlebihan juga dikhawatirkan membebani rumah tangga dan perusahaan akibat naiknya biaya impor energi dan bahan baku.
Selain isu mata uang, Katayama mengatakan dirinya dan Bessent membahas penguatan rantai pasok mineral penting menjelang pertemuan menteri keuangan G7 di Paris pekan depan.
Terkait pembatasan ekspor mineral penting oleh Tiongkok, Katayama mengatakan langkah Beijing terhadap Jepang âburuk dan tidak adil,â serta menyebut AS akan terus menyampaikan keberatan tersebut kepada Tiongkok.
Hubungan Jepang dan Tiongkok memburuk setelah ketegangan diplomatik terkait Taiwan, sementara Beijing memperketat pembatasan ekspor barang penggunaan ganda yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sipil maupun militer, termasuk kemungkinan logam tanah jarang.
Katayama juga membahas dengan Bessent ancaman teknologi kecerdasan buatan canggih, termasuk model Claude Mythos milik perusahaan AS Anthropic, yang disebut mampu mengidentifikasi kerentanan infrastruktur teknologi dan sistem keuangan.
âTiongkok dapat mengejar pengembangan model seperti itu dalam enam bulan hingga satu tahun. Negara-negara Barat perlu berkoordinasi agar teknologi itu tidak dijadikan senjata oleh pihak yang bukan sekutu,â kata Katayama. Ant
- USD
- japanese yen
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Apa yang Terjadi pada Masa Depan X-Men di Bawah Marvel?
-
Jogja Run'nShine 2026 Targetkan 3.500 Pelari, Hadiah Umrah hingga Liburan ke Turki
-
Wow Butuh Biaya Sangat Banyak, Spanyol Pagari Laut Menyusul Korban Jiwa Ceuta Terus Bertambah
-
Korsel Darurat Malaria di Tengah Musim Panas
-
URI Dibentuk untuk Tingkatkan Kualitas SDM
-
BI Optimalkan Program Patua untuk Tekan Inflasi Lewat Peningkatan Produksi Petani Sulut.
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru untuk Rumah Kontrakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.