Studi Citi, Asia Selatan dan ASEAN Jadi Pemenang Baru Reorganisasi Perdagangan Dunia
Kamis, 26 Feb 2026, 15:18 WIBJAKARTA â Citi meluncurkan edisi terbaru dari laporan Global Perspectives & Solutions (Citi GPS) bertajuk: Supply Chain Finance: Resilience in Global Trade in the AI Era. Temuan utama laporan ini menyoroti transformasi fundamental perdagangan global yang didorong oleh volatilitas tarif, adopsi Kecerdasan Buatan (AI), serta pergeseran menuju rantai pasok multipolar dan regional.
Terlepas dari berbagai tantangan signifikan, lanskap bisnis menunjukkan ketahanan yang luar biasa melalui adaptasi cepat terhadap perubahan kebijakan, sembari mempertahankan fokus strategis pada diversifikasi dan optimasi modal kerja.
Adoniro Cestari, Global Head of Trade and Working Capital Citi, mengatakan, teknologi secara fundamental merekayasa ulang cara pembiayaan perdagangan beroperasi. Pemrosesan dokumen cerdas yang ditenagai oleh AI meningkatkan akurasi dan mempercepat proses menjadi hanya dalam hitungan menit.
âMelalui uji coba pembayaran perdagangan bersyarat berbasis blockchain, kami melihat potensi evolusi dari jaminan standar berbasis kertas menuju eksekusi digital dan otomasi penyelesaian pembayaran selama hampir 24/7,â ucapnya melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (26/2).
Laporan ini memaparkan wawasan industri dari Indeks Tekanan Rantai Pasok Global (Global Supply Chain Pressure Index/GSCPI), arus pembayaran dari unit bisnis Services Citi yang bernilai lebih dari $5 triliun setiap harinya, serta hasil survei terhadap berbagai perusahaan multinasional dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Di saat tarif Amerika Serikat (AS) meningkat menjadi sekitar 16,8% dari sebelumnya 2,4%, indeks menunjukkan bahwa tekanan terhadap rantai pasok tetap rendah dan mendekati tingkat pra-pandemi. Perusahaan-perusahaan berhasil menavigasi guncangan tarif awal melalui manajemen inventaris strategis, diversifikasi pemasok, dan akselerasi inisiatif nearshoring.
Analisis barang dagang menunjukkan adanya reorganisasi perdagangan global yang kompleks: Asia Selatan dan ASEAN muncul sebagai pemenang utama, dengan peningkatan pengiriman sebesar 44% dari Asia Utara dan Asia Timur.
Amerika Latin telah terintegrasi secara mendalam ke dalam rantai pasok yang terkait dengan Asia dan Amerika Utara. Ekspor dari wilayah ini ke Asia Selatan dan ASEAN melonjak 82%âpeningkatan tunggal terbesar secara global.
Amerika Serikat terus mendiversifikasi basis impornya, dengan pengiriman dari Asia Selatan dan ASEAN naik 50% serta dari Amerika Latin naik 43%. Keduanya melampaui pertumbuhan pengiriman dari Asia Utara dan Asia Timur yang berada di angka 32%.
Laporan ini juga meneliti bagaimana AI mendorong terjadinya fenomena langka, yaitu siklus super belanja modal (capex) di pusat data (data center). Citi Research memperkirakan belanja modal terkait AI global akan mencapai $7,75 triliun pada tahun 2030.
Pembiayaan perdagangan memainkan peran yang kian vital dalam ekosistem ini, melalui solusi pembiayaan rantai pasok hingga program piutang terstruktur yang mendukung pengembangan pusat data AI yang kompleks dan padat modal.
Adopsi AI dalam pembiayaan perdagangan mengalami percepatan signifikan; sebanyak 36% perusahaan besar kini telah menggunakan alat berbasis AI, melonjak 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Berbagai inovasi ini, dikombinasikan dengan keahlian penstrukturan, dapat membantu perusahaan meningkatkan likuiditas dan mengoptimalkan modal kerja. Hal ini mendukung rantai pasok yang lebih efisien serta pembangunan infrastruktur AI besar-besaran yang tengah berlangsung secara global," lanjut Adoniro Cestari.
Manajemen modal kerja kini menjadi keharusan bagi jajaran eksekutif (C-suite), di mana 64% perusahaan menyebut peningkatan biaya input sebagai kekhawatiran utama. Rata-rata, 6,3% dari modal kerja saat ini terikat untuk mendanai biaya tarif. Menanggapi isu ini, perusahaan menerapkan pembiayaan inventaris, program piutang terstruktur, dan diskon dinamis (dynamic discounting) untuk melepaskan likuiditas yang terperangkap.
Survei Citi terhadap 710 perusahaan besar mengungkapkan bahwa 65% perusahaan secara aktif mendiversifikasi rantai pasok dari satu atau lebih negara, dengan Vietnam, Thailand, India, dan Meksiko muncul sebagai destinasi pilihan utama.
- Citi Indonesia
- kecerdasan buatan (AI)
- Citi GPS
- Supply Chain Finance
- rantai pasok global
- Blockchain Perdagangan
- Diversifikasi Rantai Pasok
- ASEAN Trade
- Ekonomi Global 2026
- Adoniro Cestari
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
-
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi
-
Telkom Bekali 260 Perempuan UMKM Keterampilan AI untuk Bisnis Digital
-
Perusahaan Dituntut Perkuat SDM Berbasis Teknologi untuk Hadapi Disrupsi
-
Korea Selatan Berjuang Melawan Prediksi Penyusutan Populasi
-
Infrastruktur Siap AI Penting untuk Dorong Ekonomi Digital Indonesia
-
Dirut Bulog Nyatakan Stok Beras Aman, Mencapai 4,3 Juta Ton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.