PT KAI Raih Pendapatan Rp17,96 Triliun pada Semester I 2026
Senin, 03 Agu 2026, 16:05 WIBJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia mencatatkan pendapatan sebesar Rp17,96 triliun sepanjang Semester I 2026. Pencapaian kinerja keuangan positif tersebut berhasil mendorong laba usaha perusahaan mengalami kenaikan 25,79 persen.
Perolehan pendapatan usaha KAI Group tersebut tumbuh 6,61 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Manajemen BUMN merilis data pada Minggu (2/8) bahwa laba bruto mencatatkan Rp6,79 triliun.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memberikan keterangan resmi mengenai capaian kinerja bisnis tersebut. Pertumbuhan layanan penumpang serta peningkatan produktivitas operasional menjadi faktor pendorong utama keberhasilan bisnis perseroan.
âPertumbuhan pendapatan dan laba usaha menjadi modal penting bagi KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kinerja bisnis yang kuat juga mendukung keberlanjutan pengembangan layanan penumpang dan barang,â kata Anne.
Jumlah total pelanggan Kereta Api Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,55 persen sepanjang periode tersebut. Layanan skema Public Service Obligation (PSO) mendominasi keseluruhan volume angkutan penumpang dengan porsi 90,79 persen.
Anne Purba menjelaskan bahwa dukungan pemerintah melalui skema penugasan memperluas jangkauan operasional moda transportasi. Masyarakat luas memperoleh akses sarana transportasi publik terjangkau untuk menunjang mobilitas antarwilayah secara konsisten.
âKepercayaan Pemerintah melalui PSO, KA Perintis, dan berbagai penugasan memberi ruang bagi KAI untuk melayani masyarakat secara lebih luas. KAI menjaga agar layanan tersebut tetap selamat, andal, tertib, dan sesuai kebutuhan pelanggan,â ujar Anne.
Sektor angkutan barang sendiri turut memperkuat kinerja bisnis perseroan dengan mendistribusikan berbagai jenis komoditas strategis. Penguatan kapasitas sarana angkutan dilakukan melalui penambahan gerbong datar demi mendukung kelancaran distribusi logistik.
Ia menegaskan pentingnya peranan angkutan barang dalam menopang pertumbuhan ekonomi serta kegiatan industri nasional. Pengembangan armada kargo berbasis rel terus terhubung langsung dengan pusat industri serta wilayah logistik.
âLayanan barang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi nasional. Penguatan sarana dan layanan terus dilakukan agar kereta api dapat melayani kebutuhan dunia usaha secara lebih efisien sekaligus membantu menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis,â ucap Anne.
Posisi keuangan konsolidasi menunjukkan total aset lancar perseroan tetap berada di atas kewajiban pendek. Penurunan liabilitas konsolidasi perseroan diimbangi dengan adanya kenaikan ekuitas perusahaan pada akhir periode laporan.
Perubahan capaian laba bersih perusahaan terutama dipengaruhi oleh peningkatan beban rugi dari perusahaan asosiasi. Program transformasi BUMN dijalankan bersama Danantara Indonesia untuk memperkuat tata kelola dan efisiensi operasional. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
PT KAI: Pelanggan Suite Class Compartment Naik 64,76 Persen
-
Sungai Loa Lai Akan Ditata, Pemkot Samarinda Siapkan Langkah Antisipasi Banjir.
-
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
-
KAI: Jumlah Penumpang Kereta di Stasiun Bekasi hingga Cikampek Semester I 2026 Naik 10,8 Persen
-
Mulai Juli, KAI Tanjungkarang Operasikan KA Rajabasa Ekonomi Premium
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.