Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS 'Tabuh Genderang Perang' Tarif, IHSG Langsung Terjun Bebas 86 Poin

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 17:20 WIB | Oleh:
AS 'Tabuh Genderang Perang' Tarif, IHSG Langsung Terjun Bebas 86 Poin Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2). IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan kelompok 45 saham unggulan indeks LQ45 turun 33,16 poin atau 3,98 persen ke posisi 800,37.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis sore (26/2).

Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar menyusul kebijakan Amerika Serikat (AS) yang menetapkan tarif impor tinggi terhadap sejumlah produk strategis asal Indonesia.

IHSG ditutup melemah 86,97 poin atau 1,05 persen ke posisi 8.235,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,18 poin atau 0,61 persen ke posisi 837,89.

“Kekhawatiran akibat tarif memicu koreksi IHSG pada perdagangan Kamis,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Ratna menjelaskan, sentimen negatif berasal dari berita bahwa Departemen Perdagangan AS akan memberlakukan tarif atas sel dan panel surya yang diimpor dari perusahaan-perusahaan di India, Indonesia dan Laos, karena industri panel surya di tiga negara tersebut dilindungi oleh subsidi.

AS menetapkan tarif sebesar 125,87 persen untuk produk sel dan panel surya dari India, sebesar 104,38 persen untuk impor dari Indonesia, dan sebesar 80.67 persen untuk impor dari Laos.

Selain tarif umum, AS juga menghitung tarif individu bagi perusahaan. Di Indonesia, PT Blue Sky Solar dikenakan tarif 143,3 persen dan PT REC Solar Energy dikenakan tarif 85,99 persen.

Sementara itu, Perwakilan Perdagangan AS (USTR) berencana membuka penyelidikan Pasal 301 terhadap praktik perdagangan Indonesia untuk memeriksa kapasitas industri dan subsidi perikanan.

Hasil temuan penyelidikan, nantinya akan dibandingkan dengan langkah-langkah yang diambil Indonesia dalam memenuhi komitmennya terhadap kekhawatiran AS.

Setelah itu, USTR akan membuat keputusan mengenai jenis tarif apa yang harus diterapkan. AS juga berencana menaikkan tarif bagi sejumlah negara dari level 10 persen menjadi 15 persen atau lebih tinggi.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus sebesar 2,60 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang turun masing-masing 1,98 persen dan 1,74 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MSKY, JAYA, DIVA, IFSH, dan STAR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni INDS, SKBM, ARKO, BUVA, KONI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.102.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 54,17 miliar lembar saham senilai Rp28,08 triliun. Sebanyak 157 saham naik, 594 saham menurun, dan 207 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Menerapkan Gaya Hidup Sehat...
Susunan Pemain Spanyol vs Arab Saudi Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tampil Starter

Susunan Pemain Spanyol vs Arab Saudi Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tampil Starter

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.